Suara.com - Sebilah celurit berukuran panjang dan satu buah busur panah diamankan Polsek Metro Jakarta Pusat. Kedua benda itu dijadikan sebagai barang bukti dalam peristiwa tawuran yang terjadi di Jalan Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (19/5/2021).
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Teuku Arsya Khadafi mengakatakan, berdasarkan informasi yang dihimpunnya dari para tersangka, celurit itu diduga digunakan untuk melukai korban berinisial ML hingga meninggal dunia.
"Dari informasi yang kami dapatkan itu senjata yang digunakan untuk melukai korban. Tapi masih akan kami dalami," kata Arsya di Polres Metro Jakarta Pusat, Kamis (20/5/2021).
Celurit berukuran sekitar 80 sentimeter itu diamankan pihak Polsek Metro Jakarta Pusat. Senjata tajam itu terbungkus sarung yang terbuat dari bahan mirip kulit.
Kemudian satu buah busur panah berkuran sekitar 100 sentimeter yang terbuat dari kayu, namun tidak terdapat anak panahnya.
Selain itu, terdapat pula dua batang bambu berkuran panjang dan beberapa buah batu yang turut diamankan sebagai barang bukti.
Seperti diketahui, tawuran antar kelompok pemuda terjadi di Jalan Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat. Akibat peristiwa itu seorang pria berusia 34 berinisial ML meninggal dunia setelah mendapatkan luka sobek di bagian perutnya.
Aksi tawuran itu pun sempat viral di media sosial setelah diunggah akun Instagram @jabodetabekcom.
Dalam video tersebut, dua kelompok yang terlibat tawuran saling serang menggunakan senjata tajam. Peristiwa itu terjadi pada pukul 03.30 WIB, Rabu (19/5/2021) dini hari.
Baca Juga: Tawuran Pecah di Kemayoran, Satu Orang Tewas saat Melerai
Berita Terkait
-
Pasien Covid di Wisma Atlet Ramai Lagi usai Lebaran, Total 1.028 Orang
-
Tawuran Pecah di Kemayoran, Satu Orang Tewas saat Melerai
-
Polisi Surabaya Tetapkan 12 Tersangka Tawuran yang Sebabkan Korban Bacok
-
Pasien Covid-19 Sembuh di RSD Wisma Atlet Bertambah 199 Orang
-
Kabar Baik! 80.780 Pasien Covid-19 di RSD Wisma Atlet Kemayoran Sembuh
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Konflik Kartel Meksiko Geser Rantai Pasok Narkoba ke Indonesia, BNN Waspadai Jalur Alternatif
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
Jelang Vonis Korupsi Pertamina, Ketua Hakim Beri Peringatan Keras: Jangan Coba-coba Pengaruhi Kami!
-
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga: Kerry Adrianto Merasa Dijebak dalam Kasus Korupsi Pertamina
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
-
Unik, Aksi Massa di Mapolda DIY Bergerak Organik Tanpa Orasi dan Tuntutan Tertulis
-
Aksi di Mapolda DIY: Massa Kecam Kekerasan Aparat yang Tewaskan Bocah di Maluku
-
Terkuak! Bukan Polisi, Pelaku Penganiaya Pegawai SPBU di Cipinang Ternyata Wiraswasta
-
Rekaman CCTV Ungkap Kronologi Kecelakaan Transjakarta dan Ojol di Gunung Sahari