Suara.com - Polisi Israel pada Kamis menangkap Sheikh Yousef al-Baz (63), imam dan khatib Masjid Agung di Kota Lid, Israel tengah.
Khaled Zabarqa, pengacara al-Baz, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa pasukan polisi Israel menggerebek rumah sang imam dan membawanya untuk diinterogasi.
Dalam sebuah pernyataan, polisi Israel mengatakan bahwa al-Baz ditangkap karena unggahannya di media sosial pada 15 Juni, yang diduga merupakan hasutan terhadap petugas polisi Israel.
Polisi Israel menambahkan bahwa al-Baz sedang diselidiki dan akan dibawa ke pengadilan agar penahanannya diperpanjang.
Zabarqa membantah tuduhan tersebut mengatakan apa yang dimaksud polisi Israel adalah potongan video dari film Amerika Serikat yang sudah ada di media sosial.
Al-Baz adalah tokoh agama terkemuka di kalangan warga Arab di Israel, yang mewakili hampir 20 persen dari 9 juta penduduk Israel.
Dalam dua bulan terakhir, ratusan orang Arab telah ditangkap oleh polisi Israel terkait peningkatan ketegangan di Yerusalem Timur. (Sumber: Kantor Berita Anadolu)
Berita Terkait
-
Hanya Dalam Secarik Surat 50 Kata, Albert Einstein Ramalkan Kehancuran Israel
-
RESMI: Persib Bandung Diperkuat Pemain Tim Nasional Palestina
-
Israel Kewalahan Atasi Balon Pembakar Setelah Menyerang Palestina
-
Pengusiran Warga Palestina di Dua Permukiman Yerusalem Timur, Pemicu Konflik di Gaza
-
Dorr! Tentara Israel Tembak Kepala Pemuda Palestina
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi