Suara.com - PT Equity Life Indonesia mengaku hari ini tetap beroperasi meski sebelumnya menjadi sasaran Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hingga dimarahi saat disidak. Bahkan, perusahaan itu mengaku belum menerima sanksi dari Pemprov DKI lantaran dianggap telah melanggar aturan PPKM Darurat.
Corporate Communication PT Equity Life Indonesia, Yuliarti mengklaim jika perusahaannya diizinkan untuk beroperasi selama PPMK Darurat karena masuk dalam sektor esensial. Dengan demikian, Equity Life menyangkal telah melanggar aturan pembatasan sosial di Jakarta.
"PT Equity Life Indonesia beserta kantor kantor pemasarannya merupakan perusahaan asuransi jiwa yang termasuk dalam sektor usaha esensial berdasarkan ketentuan Instruksi Mendagri Nomor 15 tahun 2021 dan Keputusan Gubernur DKI Nomor 875," ujar Yuliarti saat dikonfirmasi, Rabu (7/6/2021).
Yuliarti juga mengatakan, perusahaannya masih diizinkan untuk beroperasi dengan syarat 50 persen karyawan bekerja dari kantor. Sementara 50 persen lainnya bekerja dari rumah.
"Kami tetap membuka kantor pemasaran dan layanan di seluruh Indonesia secara terbatas di masa pemberlakuan pembatasan PPKM ini. Kami memastikan dalam menjalankan aktivitas bisnis maupun operasional selalu mematuhi ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah," jelasnya.
Yuliarti menyebut kantornya masih bisa tetap beroperasi karena Equity Life menempati tiga lantai di gedung Sahid Sudirman Center, Jakarta Pusat. Kantor yang disegel sementara berlokasi di lantai 43 untuk urusan operasional.
Selain itu, pihak Pemprov juga disebutnya belum menyampaikan soal penjatuhan sanksi apapun kepadanya.
"Belum ada sanksi. Dari pihak legal (perusahaan) belum ada ngomong apa-apa, kok," pungkasnya.
Baca Juga: Perusahaan Esensial Abaikan PPKM Darurat, Bupati Cianjur: Siap-Siap Urusan Sama Polres
Kemarin, Anies melakukan inspeksi ke gedung Sahid Sudirman Center, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Dalam sidak tersebut, Anies sempat meluapkan amarahnya karena dua perusahaan yakni PT Equity Life & Ray White Indonesia dianggap melanggar aturan PPKM.
Momen sidak Anies ini dibagikan lewat akun instagramnya, @aniesbaswedan. Ia bahkan ngamuk ke pimpinan dan HRD perusahaan tersebut.
Begitu datang, Anies dan anak buahnya mendapati kantor yang merupakan bidang non esensial atau kritikal masih didatangi banyak pegawainya. Artinya, aturan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) tidak ditaati. Begitu melihat situasi itu, dengan nada tinggi, Anies pun langsung memanggil HRD perusahaan itu.
"Mana HRD nya?" kata Anies kepada para pegawai di lokasi itu, Selasa (6/7/2021).
Para karyawan langsung saling tunjuk bingung menjawab di mana HRD itu berada. Selanjutnya Anies berhasil bertemu seorang wanita yang didiuga HRD perusahaan itu dan langsung mengomelinya.
"Ini bukan soal pelanggaran aturan nama ibu siapa? Ibu diana dan perusahaan ibu tidak bertanggung jawab," kata Anies sambil menunjuk Diana.
Berita Terkait
-
Bantah Langgar PPKM Darurat usai Dimaki-maki Anies, Equity Life Ngaku Perusahaan Esensial
-
Marahi HRD Suruh Ibu Hamil Kerja saat PPKM Darurat, Anies Salah Sasaran?
-
Anies Minta Pegawai Laporkan Kantor Langgar PPKM Darurat, Dijamin Identitas Aman
-
Suruh Ibu Hamil Kerja saat PPKM Darurat, Anies Makin Geram Tahu Manajer HRD-nya Wanita
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan