Suara.com - Pemerintah akan kembali mendapatkan dosis vaksin Moderna pada dua hari ke depan. Setidaknya Indonesia akan menerima 3 juta dosis vaksin dari Amerika Serikat.
"Dalam dua hari lagi kita akan mendapatkan kiriman 3 juta dosis vaksin moderna dari Amerika Serikat yang dikirim melalui fasilitas Covax," kata Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika Dedy Permadi dalam konferensi persnya, Jumat (9/7/2021).
Sebelumnya, pemerintah Indonesia juga sudah menerima vaksin AstraZeneca dari pemerintahan Jepang.
Sejauh ini sebanyak 50 juta dosis vaksin sudah diberikan kepada masyarakat hingga Kamis (8/7). 50 juta terdiri dari 35 juta untuk suntikan dosis pertama dan sekitar 15 juta ialah suntikan dosis kedua.
Untuk segera mencapai herd immunty, pemerintah pusat mengingatkan pemerintah daerah untuk meningkatkan kapasitas dan angka testing di wilayah yang memberlakukan PPKM Darurat Jawa-Bali. Pada saat ini sudah ada beberapa Kabupaten/Kota yang telah meningkatkan tes dengan signifika dan mencapai target rata-rata harian.
Adapun sejumlah kabupaten/kota Buleleng, Kota Jogja, Kabupaten Gunung Kidul, Kota Cirebon, Kota Surakarta/Solo, Kota Magelang dan kota-kota di DKI Jakarta. Ia berharap supaya kabupaten/kota yang lainnya bisa mengejar serta melampaui target vaksinasi.
"Mari kita baru membahu untuk mengurangi mobilitas selama PPKM Darurat ini, tidak perlu keluar rumah kalau tidak penting hanya untuk kebutuhan yang sangat mendesak seperti pergi ke sentra vaksinasi," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Deddy Sitorus soal Dugaan Suap BEM UBK: Orkestrasi Murahan, Pasti Ada Arahan dari Atas
-
Bantah Anggaran Chromebook Rp9,9 Triliun, Nadiem: Tak Sampai 1 Persen APBN di Kemendikbudristek
-
Iran - AS Sepakat Bikin 4 Kelompok Kerja Khusus Bahas Teknis Perdamaian
-
Nadiem Makarim Akui Cemas Saat Jadi Menteri, Rekrut Tim Inti untuk Bantu Birokrasi
-
Di Sidang Korupsi Chromebook, Nadiem Ungkap Ada Arahan Langsung Jokowi
-
Heboh Dugaan Suap BEM UBK, Guntur Romli Singgung Modus MBG 'Mahasewa diBayar Gibran'
-
Pramono Pastikan HUT Jakarta ke-499 Berlangsung Meriah, Tapi Tak Berlebihan
-
DPR Desak PLN Lindungi UMKM Terdampak Pemadaman Listrik, Minta Ada Kompensasi Kerugian
-
Desain Kawasan Suburban Dinilai Perparah Emisi, Mengapa?
-
Kronologi Munas Jelang Muktamar NU Ricuh, Pejabat Organisasi Pecah Pendapat