Suara.com - Seorang influencer kecantikan di China meninggal dunia karena kegagalan organ setelah menjalani tiga operasi plastik dalam satu hari.
Menyadur The Sun, Sabtu (17/72021) Xiaoran mengunjungi sebuah klinik kecantikan pada bulan Mei dan disarankan untuk menjalani tiga operasi.
Dia dilaporkan menjalani ketiga operasi tersebut yakni sedot lemak lengan atas, sedot lemak pinggang dan perut, dan operasi pembesaran payudara pada hari yang sama.
Artis media sosial Sina Weibo dengan pengikut 130.000 tersebut harus menghabiskan lebih dari lima jam di meja operasi.
Dua hari kemudian, dia mengalami rasa sakit dan sesak napas dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Pada hari itu, dia menderita kegagalan beberapa organ dan dirawat di perawatan intensif.
Wanita 33 tahun tersebut mengalami kondisi kritis selama dua bulan sebelum akhirnya meninggal karena kegagalan beberapa organ pada 13 Juli.
Pihak keluarga Xiaoran melaporkan kematiannya kepada pihak berwenang. Investigasi atas kematiannya sedang berlangsung.
Kematian influencer tersebut langsung viral dan menjadi perbincangan. Hingga Kamis (15/7) tagar terkait kematiannya memperoleh lebih dari 600 juta tampilan.
Pihak klinik kecantikan yang berlokasi di Provinsi Zhejiang dilaporkan mengaku bertanggung jawab atas kematian Xiaoran.
Baca Juga: Videonya Ditonton Jutaan Kali, Paras Penjual Jamu Bak Pemain Drama China
Menurut media lokal, klinik tersebut ditutup oleh pihak berwenang. Sementara itu, keluarga Xiaoran menuntut ganti rugi sebesar CNY 920.000 atau sekitar Rp 2 miliar lebih.
Sebelum kasus Xiaoran, aktris China Gao Liu baru-baru ini menderita infeksi dan nekrosis hidung setelah operasi plastik di Provinsi Guangdong pada Oktober 2020.
Dengan industri kosmetik China yang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, warga meminta pihak berwenang untuk mengatur praktik dengan lebih ketat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT