Suara.com - Seorang pria di Malaysia tewas kecelakaan setelah terlibat dalam kasus vandalisme dan memukul seorang polisi wanita (polwan) hingga berdarah.
Menyadur World Of Buzz Sabtu (17/7/2021) pria tersebut diketahui berusia 30 tahun. Ia tewas dalam sebuah kecelakaan di dekat Bedong, Sungai Petani Jumat (16/7).
Kepala Kepolisian Kedah Datuk Kamarul Zaman Mamat mengatakan menurut penyelidikan, tersangka terlibat dalam dua insiden berbahaya di Distrik Kota Setar.
Menurutnya, seperti diwartakan Berita Harian, pria itu terlibat aksi vandalisme di istana Anak Bukit. Ia dilaporkan merusak pagar istana.
"Namun, tersangka melarikan diri setelah kejadian dan hasil penyelidikan di tempat kejadian menemukan bahwa tersangka diyakini merusak tembok istana dengan tulisan ‘SAMR’." jelas Datuk Kamarul Zaman.
"Penyelidikan juga menemukan bahwa tersangka mengendarai sepeda motor hitam dan tim operasi sedang melacaknya," katanya.
Kemudian, sekitar pukul 17.00 waktu setempat di hari yang sama, Kamarul mengatakan tersangka diyakini telah memukul seorang polwan di Kota Setar. Polisi wanita itu mengalami luka di bagian wajah.
Tersangka juga melemparkan benda yang diduga pistol mainan ke arah polwan tersebut dan kemudian kabur menggunakan sepeda motor.
"Tersangka yang menyadari kehadiran polisi kemudian melarikan diri tetapi anggota kami mengikuti tersangka dan memperingatkannya untuk berhenti. Namun, dia mengabaikan instruksi mereka dan terus kabur." jelas Datuk Kamarul Zaman.
Baca Juga: Detik-detik Penangkapan WNA Cina yang "Nyamar" Jadi Petani di Sukabumi
Akhirnya, pria tersebut berhasil ditemukan di kawasan Gurun, Sungai Petani namun dalam keadaan tidak bernyawa akibat kecelakaan.
"Motor yang dikendarai tersangka diduga selip di kawasan Bedong, Sungai Petani dan ditemukan luka-luka," katanya.
Polisi kemudian memanggil ambulans, petugas medis yang bertugas mengkonfirmasi bahwa pria itu telah meninggal dunia di tempat kejadian.
Datuk Kamarul Zaman menambahkan pihaknya masih akan menyelidiki kasus tersebut sesuai undang-undang yang belaku.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- PLTS 100 GW Diproyeksikan Serap 1,4 Juta Green Jobs, Energi Surya Jadi Mesin Ekonomi Baru
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
Pilihan
-
Wafat di Usia 74 Tahun, Ini 7 Kontroversi Alex Noerdin: Kasus Korupsi hingga Dana Bagi Hasil Migas
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
Terkini
-
Redefinisi Peran Pemuda Betawi di Tengah Transformasi Jakarta Menjadi Kota Global
-
Ketua Banggar DPR Kritisi Impor 105.000 Mobil Niaga dari India: Ancaman bagi Industri Dalam Negeri
-
PSI Gelar Mudik Gratis 2026: Siapkan 100 Bus untuk 5.000 Penumpang, Ini Cara Daftarnya!
-
Soal PT 7 Persen, Titi Anggraini: Ambang Batas Fraksi Lebih Adil Bagi Suara Rakyat
-
Menag Tegaskan Zakat Tak Boleh untuk MBG, Penyaluran Wajib Sesuai 8 Asnaf
-
KPK Kembali Panggil Eks Menhub Budi Karya Sumadi Jadi Saksi Dugaan Suap Proyek DJKA
-
Maidi Diduga Terima Upeti 10 Persen Proyek PUPR Kota Madiun, KPK Cecar 6 Anak Buah
-
KPK Periksa Enam Pejabat Dinas PUPR Kota Madiun Terkait Korupsi Wali Kota Maidi
-
Kasus Pelecehan Guru SLB di Jogja Naik Penyidikan, Polisi Segera Panggil Terlapor
-
KPK Telusuri Pola Fee Proyek PUPR Madiun, Maidi Diduga Terima Imbalan hingga 10 Persen