Suara.com - Musim haji tahun 2021 ini masih dihantui oleh penyebaran virus corona. Berbagai negara memberlakukan pembatasan perjalanan demi menekan penyebaran Covid-19 yang kini bermutasi dengan berbagai varian.
Pemerintah Arab Saudi juga menerapkan aturan ketat terkait siapa saja yang dibolehkan menunaikan ibadah haji di tahun kedua selama masa pandemi ini.
Dilansir dari VOA Indonesia, puluhan ribu jemaah haji yang sudah divaksin mengelilingi Ka'bah di Makkah untuk dimulainya ibadah haji.
Mereka tetap menjaga jarak pada Minggu (18/7/2021) dan mengenakan masker, sementara pandemi virus corona berimbas pada pelaksanaan ibadah haji selama dua tahun berturut-turut.
Sebelum pandemi, ibadah haji biasanya diikuti sekitar 2,5 juta Muslim dari seluruh dunia. Tahun ini, hanya 60 ribu warga penduduk Arab Saudi yang diizinkan. Tahun lalu, tak sampai 1.000 orang yang diizinkan melakukan ibadah itu.
Perhelatan yang lebih kecil ini juga menimbulkan kerugian finansial bagi Saudi. Sebelum pandemi, kerajaan itu meraup miliaran dolar sebagai tuan rumah dari tempat-tempat suci itu.
Belum jelas kapan Arab Saudi akan menerima kehadiran jutaan Muslim lagi. Kerajaan itu tidak punya standar jelas terkait paspor vaksinasi, sementara tingkat vaksinasi tidak merata di berbagai negara dan varian baru virus mengancam kemajuan yang telah dicapai sejumlah negara.
Berita Terkait
-
Jelang Idul Adha, 5 Artis Ini Mengaku Rindu Ibadah Haji ke Tanah Suci
-
5 Cara Menghilangkan Bau Prengus Daging Kambing
-
Jelang Idul Adha, Ari Untung Bagikan Detik-Detik Pergantian Kiswah Ka'bah
-
3 Alasan Kenapa di Indonesia Ibadah Haji Lebih Banyak Dapat Perhatian
-
MRT Tutup Sementara 3 Stasiun saat PPKM Darurat
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!