Suara.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengomentari cara pembagian Bantuan Sosial Tunai (BST) yang dilakukan Kementerian Sosial (Kemensos).
Riza menganggap cara yang digunakan dalam menyalurkan uang tunai Rp 300 ribu itu tidak efektif.
Kemensos RI membagikan BST lewat PT Pos Indonesia. Petugas langsung mendatangi setiap warga yang menjadi penerima dan memberikan uang tunai itu.
Seharusnya, Menteri Sosial Tri Rismaharini menggunakan sistem transfer lewat bank. Cara ini dilakukan Pemprov DKI dalam membagikan BST kepada para penerima.
"Mudah-mudahan dukungan dari Kemensos juga bisa kedepan dilakukan melalui ATM," kata Riza di Universitas Nasional, Jakarta Selatan, Senin (26/7/2021).
Dalam pembagian BST kepada warga Jakarta, penyaluran dilakukan oleh Kemensos dan Pemprov DKI lewat Bank DKI.
Saat ini penyaluran BST dari Pemprov DKI sudah dikirim kepada 907.616 dari total 1.007.379 keluarga penerima manfaat (KPM).
Sisanya, 99.763 KPM belum menerima BST karena saat ini Dinas Sosial masih melakukan pendataan penerima BST Pemprov DKI Jakarta dengan data penerima BST Kementerian Sosial RI.
"BST alhamdulillah sudah mencapai lebih dari 90 persen, kemarin saya meninjau di beberapa lokasi. Alhamdulillah sudah lebih dari 90 persen sudah kita bagikan melalui ATM bank DKI. Kami harapkan juga kedepan yang belum menggunakan ATM DKI kita bisa menggunakan ATM DKI," pungkasnya.
Baca Juga: BOR RS di Jakarta Turun Jadi 77 Persen, Wagub DKI: Mudah-mudahan Pertanda Baik
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan