Suara.com - Kaum muda provinsi Dataran Tinggi Selatan Papua Nugini mendeklarasikan dukungan terhadap perjuangan kemerdekaan Papua Barat, lepas dari Indonesia.
Dalam siaran pers yang diterima Suara.com, Senin (9/8/2021), generasi muda di Provinsi Dataran Tinggi Selatan PNG mendeklarasikan mereka siap mendukung kemerdekaan Papua Barat.
Pada 8 Agustus 2021, para pemuda provinsi tersebut berikrar siap berdiri bersama semua orang Asli Papua berjuang untuk kemerdekaan.
"Mereka percaya bahwa Orang Papua Barat adalah satu bangsa dan satu leluhur, dan kami tidak bisa dipisahkan oleh alasan apa pun," jelas JW Southern Highlands PNG dalam siaran persnya.
Dalam siaran pers tersebut juga menjelaskan bahwa para generasi muda Papua Nugini memahami warga Papua Barat adalah satu bangsa.
"Dengan dasar ini, maka mereka minta Indonesia harus tinggalkan Papua Barat dan memberikan Hak Kemerdekaan bagi Bangsa Papua Barat," jelasnya.
Para Generasi muda Papua Nugini juga menuding Indonesia membunuh dan menangkap serta menyiksa warga asli Papua.
"Maka kami orang Asli Papua di PNG tidak akan duduk diam, melainkan kami akan bangkit dan mendukung perjuangan saudara-saudari kami di Papua Barat," tegasnya.
Koordinator yang belum mau menyebutkan namanya dalam deklarasi itu mengatakan, mereka secara damai akan menyuarakan aspirasi perjuangan Orang Papua Barat.
Baca Juga: Dua Pembalap Gorontalo Mulai Fokus Latihan Menghadapi PON Papua
Aspirasi itu berupa mendesak pemerintah Papua Nugini berkomunikasi dengan Indonesia membahas Hak Politik Penentuan Nasib Sendiri bagi Orang Asli Papua di Papua Barat.
Belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Papua Nugini terkait deklarasi dari Pemuda Provinsi Dataran Tinggi Selatan tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Bripda Mesias Dipecat Tidak Hormat Usai Kasus Tewaskan Pelajar di Tual
-
DPR: Perjanjian Transfer Data RI-AS Harus Seimbang dengan Kedaulatan Digital dan Perlindungan Warga
-
Bantah Laporan Awal, Polda Sulsel Pastikan Bripda Dirja Tewas Akibat Penganiayaan
-
Menuju Piala Dunia 2026, DPR Minta Pengunduran Diri Dirut TVRI Tak Ganggu Stabilitas dan Kinerja
-
Terobos dan Rusak Portal JLNT Casablanca, 11 Motor Diamankan Polisi
-
Stunting Jadi Prioritas, Semarang Intervensi Gizi 78 Ribu Remaja dan Pantau 60 Ribu Balita
-
Membaca Amarah Publik pada Dwi Sasetyaningtyas Alumni LPDP: Selesai Kontrak, Selesai Loyalitas?
-
Apes! Pria Ini Kehilangan Mobil Gara-Gara Mabuk dan Ketiduran di Pinggir Jalan
-
Saksi Ungkap Transaksi Rp 809 Miliar ke Gojek, GoTo Tegaskan Dana Kembali ke Kas
-
Kemensos Salurkan Bansos Rp2,56 Triliun untuk Korban Bencana di Pulau Sumatra