"Dapatnya beras, telur, jeruk yang begitu kondisinya. Ayam satu sama kacang hijau segitu," beber ibu ini.
Sang ibu pun bertanya kepada warganet lainnya mengenai bansos sembako. Ia bertanya apakah isi paket sembako di tempat lain seperti itu.
"Apakah sama teman-teman semua? Bansos di daerah setempatnya sama kayak gini?" tanyanya.
Protes ibu-ibu ini sendiri ramai dikomentari warganet. Mereka menuliskan beragam pendapat sampai curhat mengenai bansos dari pemerintah.
Warganet turut menjelaskan jika bansos yang diterima ibu itu berupa BPNT. Artinya, bansos berupa sembako yang tidak bisa diuangkan.
"Itu namanya bantuan pangan non tunai. Dapatnya uang. Nominal. Tapi tidak boleh di uangkan. Makanya kerjasama dari dinas sosial kabupaten untuk pengadaan barang sembako. Tolong di up," jelas warganet.
"Itu bansos BPNT atau sembako bukan berupa uang. Ngambilnya di agen. Yang salah diatas adalah kenapa harus dikumpulkan, seharusnya ngambil sendiri-sendiri," terang warganet.
"Masih untung dapat bantuan. Saya selama pandemi ini gak pernah sama sekali dapat bantuan," curhat warganet.
"Fyi, Bansos itu gak cuma uang, ada bansos namanya BPNT dimana rekening terdapat kouta yang harus di tukarkan sembako, bukan uang," tambah lainnya.
Baca Juga: Viral Cowok Make Over Dapur Cuma Modal Wallpaper, Video Ditonton 14 Juta Kali
"Masih mending ibu dapat bu. Kami disini sepeser rupiah pun tidak, yang dapat beras sebiji aja gak pernah ada," keluh warganet.
"Ayoo kita bantu viralkan, biar nanti ada berita klarifikasi nya. Syukur-syukur dikembaliin dalam bentuk uang," celutuk warganet.
"Ibu-ibu mau dapatnya yang kayak gimana si?" tanya lainnya.
Berita Terkait
-
Viral Cowok Make Over Dapur Cuma Modal Wallpaper, Video Ditonton 14 Juta Kali
-
Viral Suami Cuci Pembalut di Wastafel, Demi Biaya Berobat Anak
-
Pembagian Sembako Berakhir Rebutan, Warganet Iba Lihat Ekspresi Ojol yang Tak Kebagian
-
Parah! BPK Temukan PNS Bengkalis Terima Bansos Tunai Rp 15,6 Juta
-
Menggemaskan! Video Anak Kucing Lomba 17 Agustus Bak Panjat Pinang
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Guru Les Cabuli 29 Murid, Mengapa Kekerasan Seksual Anak Kerap Dilakukan Orang Terdekat?
-
Grab Perkuat Teknologi Keselamatan Transportasi Online, AI hingga AudioProtect Plus
-
Abdul Wahid Ajukan Banding, Merasa Kasusnya Direkayasa: Saya Cari Keadilan
-
Istana Tanggapi Putusan MK soal Anggaran MBG Harus Dipisah dari Pendidikan
-
Portofolio Digital Jadi Ijazah Baru, Senjata Gen Z Tembus Dunia Kerja?
-
Rugi Rp25,2 Miliar! Diana Pungky Polisikan Mantan Asisten Terkait Penggelapan dan TPPU
-
Ditantang karena Belum Periksa Raja Juli, KPK: Bukan Masalah Berani atau Tidak
-
Whooz Bikin UMKM Tak Perlu Lagi Investasi Server dan Jaringan
-
Piala Presiden 2026: Persija Bisa Tersingkir Meski Bantai PSMS Medan
-
Fahri Hamzah Usul Peradilan Etik, Pejabat Bisa Langsung Dipecat Sebelum Terjerat Korupsi