Suara.com - Seorang perempuan Afghanistan melahirkan di dalam pesawat evakuasi Amerika Serikat pada Sabtu (22/8), tak lama setelah mendarat di Pangkalan Udara Ramstein di Jerman, demikian menurut keterangan Angkatan Udara AS.
Sang ibu melahirkan bayi perempuan di ruangan kargo pesawat Angkatan Udara C-17 usai persalinan dan sempat mengalami komplikasi selama penerbangan, tulis Komando Mobilitas Udara AS di Twitter.
"Komandan pesawat memutuskan untuk menurunkan ketinggian guna meningkatkan tekanan udara di pesawat, yang membantu menstabilkan dan menyelamatkan nyawa sang ibu," katanya.
Perempuan itu merupakan bagian dari sekelompok warga yang menyelamatkan diri dari Taliban di Afghanistan dan masuk dalam gelombang penerbangan evakuasi kedua yang lepas landas dari pangkalan di Timur Tengah.
Ibu dan bayinya lantas dibawa ke fasilitas kesehatan dan dalam kondisi sehat, katanya. [Reuters/Antara]
Berita Terkait
-
Cerita Pengungsi Afghanistan yang Diculik dan Disiksa di Perbatasan Iran-Turki
-
Hidup Tanpa Harapan, Rindu Rahima Pengungsi Afghanistan Akan Kampung Halaman
-
Pengungsi Afghanistan: "Kalau Saya Bertahan, Saya Pasti Sudah Mati"
-
Demo di Kantor Walikota Batam Berujung Ricuh, Pengungsi Afhganistan: Tiba-tiba Kami Ditendang
-
Ricuh Pengungsi Afghanistan saat Kibarkan Bendera Asing, Warga: Coreng Semangat Kemerdekaan
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Fakta di Balik Kasus Yuvita: Mengapa Penyiksaan 3 Tahun Bisa Terjadi Tanpa Diketahui Warga?
-
Alasan Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator ke LPSK Meski Ditolak Kejagung
-
Dua Peserta Meninggal, Pakar UGM Desak Latihan Militer SPPI Dihentikan!
-
Tak Menyerah, Sony Sanjaya Ajukan Justice Collaborator ke LPSK Setelah Ditolak Kejagung
-
Penumpang Pasar Senen Kalahkan Gambir, Tren Perjalanan Kelas Ekonomi Menguat
-
HUT Jakarta ke-499, Pemprov DKI Terima 499 Sertifikat Aset Daerah Senilai Rp 22,2 Triliun
-
Dianugerahi Lencana Emas di Gorontalo, Prabowo Dinilai Berjasa Bagi Petani-Nelayan
-
Prabowo: Saya Tahu Siapa yang Bayar Demo, Pesertanya Ada yang Dibayar Rp 200 Ribu
-
DPR Apresiasi Polda Jabar Tangkap Taufik Hidayat, Pelaku Penyekapan Perempuan di Bandung
-
Kasus Suap Mahasiswa UBK, BEM UMY: Tak Bisa Selesai Hanya dengan Maaf