Suara.com - Aksi cewek yang berjoget TikTok di tempat pembuangan sampah atau TPA menjadi viral. Pasalnya, ia mengaku kehilangan indra penciumannya.
Momen ini dibagikan sang cewek di akun TikTok @sawitri_nopela. Hingga berita ini dipublikasikan, video sedikitnya telah disaksikan 1,8 juta kali dan mendapatkan 62 ribu tanda suka.
"Ambil hikmahnya aja," tulis cewek ini sebagai keterangan TikTok seperti dikutip Suara.com, Jumat (27/8/2021).
Dalam video, cewek ini tampak membawa sekantong plastik berisi sampah. Ia kemudian berlari sambil meloncat-loncat pergi ke TPA.
Cewek ini terlihat bersemangat dan ceria saat sampai di TPA. Ia kemudian mengaku kehilangan indra penciuman di hari ke-3.
"POV: Hari ke 3 hilang penciuman," tulisnya sebagai keterangan video TikTok.
Tiba-tiba, ia naik ke tumpukan sampah di TPA dan mulai berjoget TikTok. Cewek ini menggerak-gerakkan tubuhnya dengan bahagia di tengah bau sampah.
Ia bahkan beberapa kali menghirup napas dalam-dalam, seolah ingin menghirup bau sampah. Walau begitu, ia mengakui tidak bisa mencium bau sampah sedikitpun.
"Buang sampah tidak cium bau. Buang kotorang kucing tidak cium bau," bebernya.
Baca Juga: Acara Lamaran Jadi Tegang Gara-Gara Jokes Bapak-Bapak, Keluarga Kaget
Lebih lanjut, cewek ini mengungkap kemungkinan positif Covid-19. Namun setelah menjalani pemeriksaan, ia ternyata sama sekali tidak terinfeksi virus corona.
Cewek ini rupanya tidak bisa mencium aroma sampah karena alasan yang tidak terduga. Ia justru menuliskan kalimat baper mengenai perasaannya.
"Pas di check gak bisa nyium kirain covid. Ternyata karena kita cuma teman," bebernya.
Sontak, video cewek itu berjoget TikTok di tempat pembuangan sampah menjadi sorotan. Warganet ramai membanjiri kolom komentar dengan berbagai pendapat.
Sebagian besar dari warganet menuliskan pengalaman kehilangan penciuman karena Covid-19. Sedangkan lainnya mengomentari aksi cewek itu.
"Gue 2 minggu gak bisa nyium plus gak bisa ngerasain makanan. Tapi alhamdulilah sudah normal," curhat warganet.
Berita Terkait
-
Acara Lamaran Jadi Tegang Gara-Gara Jokes Bapak-Bapak, Keluarga Kaget
-
Video Viral Cewek Pamer Transformasi Glow Up, Warganet: Buaya Keluar!
-
Bapak Penjual Roti Ini Gemetar Tak Percaya Usai Dagangannya Diborong Warganet
-
Sebelum Meninggal, Aming Sempat Beri Pesan Terakhir untuk Ibu, Kata-katanya Bikin Mewek
-
Viral Curhat 'The Raise of Baphomet', Sender Nangis Rumah Dikepung Kandang Kambing
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Guru Besar UGM Sebut HUT RI Mewah Tapi Keropos: Kemerdekaan Versi Negara Cuma Pesta Pora
-
Dari Posko ke Posko, PNM Terus Bergerak Dampingi Warga Terdampak Gempa NTT
-
Kembang Goeyang Sarinah Resmi Dibuka, Jajanan Pasar Jadi Andalan
-
Alasan Logis Bernardo Tavares Ogah Buru-buru Rekrut Pemain Asing untuk Persebaya
-
Bantah Mahasiswi Unpad Enggan Kuliah Karena Dirinya, Ini Kata Dedi Mulyadi
-
Keberanian Gen Z Mendobrak Tradisi: Mewarisi Tak Harus Mengikuti
-
Perjuangkan Warisan Abad ke-18, Ahli Waris Raja Pagi Sinurat Gugat 12 Pihak ke Pengadilan
-
Gavi Bikin Manchester United Gigit Jari, Red Devils Coba Rayu Carlos Baleba
-
Gempa M3,5 Guncang Bantul, Getaran Terasa hingga Solo dan Magelang
-
Gempuran AI & Medsos, Local Media Community Surabaya Ungkap Jurus Media Lokal Bertahan