Suara.com - Sebuah video yang memperlihatkan aksi seorang wanita memanen bayam tiga ikat dan menjualnya ke pasar dengan harga super murah viral di media sosial.
Dalam video yang diunggah di sebuah akun Tiktok, tampak seorang wanita memperlihatkan hasil panenan bayam yang ia tanam.
Meskipun hanya ada tiga ikat saja, wanita tersebut tetap bersemangat menjualnya ke pasar.
"Panen bayem lur, siap otw ning pasar, sak iket limang atus perak, (Panen bayam lur, siap otw ke pasar, satu ikat lima ratus perak)," ujar wanita tersebut dalam videonya, dikutip Suara.com, Jumat (17/9/2021).
Harga seikat bayam hanya Rp. 500
Untuk satu ikat bayam wanita tersebut mematok harga sebesar Rp. 500. Sehingga total penghasilan dari menjual bayam hasil panenan tersebut sebesar Rp. 1.500.
"Tetep bersyukur, entuk duit sewu limang atus (tetap bersyukur dapat uang seribu lima ratus)" lanjutnya.
Meskipun begitu, wanita tersebut mengaku tetap bersyukur. Ia percaya banyak sedikitnya rezeki yang ia terima sudah ada yang mengatur.
"Seberapapun rezekiku aku tetap bersyukur, karena semua rezeki sudah ada yang mengatur. Bayam seikat lima ratus rupiah, bukan lima ribu lho," tulis wanita tersebut di kolom deskripsi.
Baca Juga: Viral Krisdayanti Beberkan Gaji DPR, Segini Penghasilan DPRD Sumsel Perbulan
Tanggapan warganet
Melihat video tersebut, para warganet lantas menuliskan beragam komentar. Sebagian besar dari mereka menyoroti penghasilan wanita tersebut dari berjualan bayam yang harganya sangat murah.
"Cuma 500? Harga segitu aja masih banyak yang nawar," tulis salah seorang warganet.
"Ya Allah murah banget, di sini (Kalimantan) bayam satu ikat Rp 12 ribu," sahut warganet lain.
"Ya Allah murah banget, tetap bersyukur mbak sebesar apapun rezekinya," ujar salah satu warganet.
"Murah banget, semoga lancar rezekinya ya," komentar salah seorang warganet.
"Contoh orang yang selalu bersyukur, malu banget aku," sahut warganet lain.
"Ya Allah mbak kok murah banget, kalau dekat ku borong. Tapi ya disyukuri, rezeki datang dari mana saja," ujar salah satu warganet.
Video lain yang mungkin terlewatkan:
Berita Terkait
-
Kisah Imas Kustiani Viral, Guru Honor yang Sakit Stroke Berjuang Ikut Tes Guru PPPK 2021
-
Guru Honorer Penderita Stroke Digendong Demi Tes PPPK, Tangisan Pecah di Depan Monitor
-
Warganet Ungkap Pesan Makanan Paling Memalukan: Cuma Sekali Malunya Sepuluh Kali
-
Viral Krisdayanti Beberkan Gaji DPR, Segini Penghasilan DPRD Sumsel Perbulan
-
Viral! Laki-laki Ini Ngaku Cuma Tidur Tiga Jam Sehari dan Tak Merasa Ngantuk
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Kasus GMS di SMA Strada Bukti Kegagalan Sistemik Negara Lindungi Siswa Disabilitas
-
Sindir Prabowo Soal 'Kebocoran', JPPI: Program MBG Pelaku Utama Pencaplok Dana Guru!
-
Skandal Suap Hutan Kuansing Merembet ke Kemenhut, Peran Pusat Kini Mulai Didalami!
-
Dulu Disekap, Kini Dipolisikan! Karyawan Toko Padel Jaksel Diduga Curi 10 Raket
-
Ada di Rumah Saat OTT, Istri Kedua Bupati Kuansing Sempat Diamankan KPK Terkait Suap Jabatan
-
TikTok PHK Ratusan Karyawan Posisi Penting di Irlandia, Lebih Pilih Pakai AI
-
Harga BBM Non Subsidi Malaysia Turun, Segini Jadinya
-
Kenapa Malaysia Terapkan 2 Hari WFH untuk PNS Mulai Agustus 2026?
-
Ada Pihak Bantu Bupati Kuansing Saat OTT, KPK Sempat Kehilangan Jejak
-
Wamensos Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kulon Progo, Progres Capai 91 Persen