Ilustrasi garis polisi. (Shutterstocks)
Suara.com - Sedikitnya delapan orang dilaporkan tewas dan beberapa lainnya luka-luka dalam insiden penembakan massal di sebuah universitas di Kota Perm, Rusia pada Senin (20/9/2021) waktu setempat.
Disadur dari laman kantor berita Anadolu, menurut Komite Investigasi, yang menyelidiki kejahatan besar, penyelidikan atas kasus serangan di Perm State University itu sedang berlangsung.
"Seorang mahasiswa di salah satu gedung Perm State National Research University menembaki orang-orang di sekitarnya," kata komite dalam sebuah pernyataan.
Saat ini komite tengah memastikan jumlah pasti korban jiwa dan korban luka.
Menurut Kementerian Dalam Negeri Rusia, penembak itu terluka dan sudah ditahan polisi.
Komentar
Berita Terkait
-
5 Fakta Penembakan Ustaz Alex di Pinang Tangerang
-
Hilmi Firdausi Desak Kasus Penembakan Ustaz Alex Diusut Tuntas
-
Pesta Berakhir Bencana, 3 Orang Tertembak saat Baby Shower Gara-gara Kado
-
Kerap Dipanggil Ustaz Alex, Korban Penembakan di Pinang Tangerang Ternyata Paranormal
-
Polisi Ungkap Sosok Korban Penembakan di Tangerang: Bukan Ustaz, Tapi...
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Oditur Militer akan Sambangi Andrie Yunus di RSCM?
-
Sinergi Kemensos Bersama BPS dan DEN Perkuat Digitalisasi Bansos Berbasis DTSEN
-
Kebijakan Libur Sekolah Lebih Awal Saat Piala Dunia 2026 di Meksiko Tuai Protes Keras Orang Tua
-
Fatma Saifullah Yusuf Ajak Siswa SRMA 21 Surabaya Ciptakan Lingkungan Bebas Bullying
-
Parigi Moutong Siapkan Lahan 9,2 Hektare untuk Sekolah Rakyat Permanen
-
DWP Kemensos Gaungkan Kampanye Anti Bullying Remaja Berkarakter dan Berempati di SRMA 13 Bekasi
-
Alarm Demoralisasi Jaksa: PAM SDO Kejagung Diminta Tak Asal 'Sikat' Tanpa Bukti
-
Pakar Sebut Parpol Pamer Kesetiaan ke Prabowo Cuma Kedok: Haus Kekuasaan Demi Modal Finansial
-
Misteri 'Kamar Khusus' dan Keterlibatan Pendukung Ashari dalam Kasus Kekerasan Seksual Santri Pati
-
Cuaca Buruk Hantui Piala Dunia 2026: Panas Terik, Badai Petir Hingga Kualitas Udara Buruk