Suara.com - Seorang gadis remaja berusia 15 tahun dilaporkan menyerang dua gadis remaja lainnya di pantai pinggiran timur Sydney pada hari ini, Jumat (1/10/2021).
Menyadur News.com.au, polisi langsung mengusut peristiwa memalukan ini setelah menerima rekaman dari salah satu orangtua.
Melalui video itu, diketahui bahwa peritiwa ini terjadi Pantai Coogee saat banyak orang memilih keluar rumah untuk berjemur.
Awalnya, seorang gadis berbikini hitam terlibat pertengkaran sengit sebelum menyeret salah satu gadis lain dengan tangannya dan dengan kejam menyerangnya di rumput.
Sekelompok pemuda juga terdengar menyemangati keduanya saat kekerasan berlanjut. Masih belum jelas apa yang memprovokasi serangan itu.
Rekaman itu diserahkan kepada The Daily Telegraph oleh orangtua yang menilainya sebagai aksi menjijikkan untuk ditonton.
"Dia tidak bisa dibiarkan begitu saja dengan pemikirannya bahwa dia hanya bisa menyerang orang dan tidak memiliki konsekuensi apa pun."
"Dan para pemuda yang menghasutnya juga harus dilacak dan didakwa menghasut kekerasan," kata sang ayah.
Dalam sebuah pernyataan, juru bicara Kepolisian NSW mengatakan petugas telah berbicara dengan sejumlah pemuda yang terlibat dalam insiden yang terjadi di Coogee Oval.
Baca Juga: Tante Ernie Berbikini di Kolam Renang, Warganet: Anak Perawan Lewat!
"Petugas dari Komando Wilayah Polisi Pantai Timur memulai penyelidikan menyusul laporan seorang gadis remaja telah menyerang dua gadis lainnya. Kelompok itu bubar sebelum polisi datang."
“Menyusul penyelidikan, seorang gadis berusia 15 tahun mendatangi Kantor Polisi Maroubra dan berbicara dengan Perwira Pemuda sekitar pukul 14.30 kemarin (28 September).”
Juru bicara itu mengatakan remaja itu akan ditangani di bawah Undang-Undang Pelanggar Muda 1997 NSW.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Perang Rusia-Ukraina Masuk Tahun Keempat, PBB Desak Gencatan Senjata Segera
-
Fakta Baru! Pegawai Rental yang Aniaya Petugas SPBU Ternyata Positif Sabu dan Ganja
-
Komisi III DPR RI Sayangkan Guru Honorer di Probolinggo Dipidanakan karena Rangkap Jabatan
-
Sebut Dakwaan Jaksa Tidak Terbukti, Kerry Riza Minta Pembebasan dan Pengembalian Aset
-
Tragedi NS dan Fenomena Filisida: Mengapa Rumah Jadi Ruang Berbahaya bagi Anak?
-
Kubu Kerry Riza Sebut Jaksa Paksakan Keputusan Bisnis Jadi Tindak Pidana Korupsi
-
Konflik Kartel Meksiko Geser Rantai Pasok Narkoba ke Indonesia, BNN Waspadai Jalur Alternatif
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
Jelang Vonis Korupsi Pertamina, Ketua Hakim Beri Peringatan Keras: Jangan Coba-coba Pengaruhi Kami!