4. Lembut
Cara memberi nasihat yang benar adalah secara lembut dan santun. Tidak boleh keras, tidak boleh ada kata-kata kasar dalam memberi nasihat. Untuk siapapun, apalagi untuk pemimpin.
Syekh Muhammad Jaber kemudian memberikan contoh, ada seseorang masuk ke istana Khilafatul Muslimin Harun Rasyid. Seseorang memberi nasihat, memberi kritik kepada Khalifatul Muslimin, Harun Al Rasyid.
"Kata beliau saya mengucapkan nasihat dengan keras dan kasar pada Amirul Mukminin, wajib mendengar nasihat dari saya. Kata Khilafatul Muslimin, kamu tidak boleh bicara, saya tidak mau mendengar nasihat dari Anda," cerita Syekh Ali Jaber.
Khilafatul Muslimin menjelaskan, “Karena Allah SWT mengutus seorang yang lebih baik daripada Anda. Musa ‘alaihissalam, Rasulullah, untuk orang yang lebih buruk daripada saya, adalah Fir’aun, Allah suruh Musa ‘alaihissalam katakan kata-kata yang baik, yang santun dan lembut, padahal Allah Maha Tahu, Firaun itu orang yang sangat buruk. Sampai dia meninggal, mati dalam keadaan buruk, Allah tahu tapi tetap menyuruh Musa’alaihissalam agar memberi nasihat dengan cara yang lembut.”
Kemudian Syekh Muhammad Jaber berkata, "Karena itu saudara, apalagi pemimpin, betul kita boleh memberi nasihat, kita boleh mengkritik tapi dengan cara yang lembut dan santun. Kemudian tujuan kita Ridho Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Harapan kita dan tujuan kita dalam memberi nasehat sebaiknya untuk saling melengkapi."
Demikian itu empat syarat memberi nasihat dari Syekh Muhammad Jaber agar dapat kita renungkan bersama.
Kontributor : Mutaya Saroh
Baca Juga: 4 Nasihat bagi Kamu yang Tidak Bisa Memaafkan Kesalahan Diri Sendiri, Perlu Diingat!
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Danantara Tunjuk Teman Seangkatan Menko AHY di SMA Taruna Nusantara jadi Bos PT Pos
-
Kronologi Kecelakaan Bus vs Minibus di Pekanbaru, Tewaskan Bocah Perempuan
-
Diduga Kurang Berhati-hati, Minibus Nyemplung di Bundaran HI Usai Tabrak Pembatas Jalan
-
Usai Lebaran, Para Bos Anak Usaha Astra Kompak Mundur
-
Kronologi Pemudik Terjebak di Jalan Sawah Sleman Akibat Google Maps, Antrean Panjang Tak Terhindar
Terkini
-
Mendagri Sebut WFH 1 Hari Sepekan Tak Masalah, Kini Tinggal Tunggu Arahan Prabowo
-
Cerdas! Iran Mau Hancurkan Pusat Desalinasi Air Punya Israel, Warga Timur Tengah Bisa Mati Kehausan
-
Jelang Masuk Sekolah Usai Lebaran, KPAI Soroti Risiko Kelelahan hingga Tekanan Mental Anak
-
Analisis: Waktunya Pakai Energi Terbarukan saat Krisis BBM karena Perang Iran
-
Diperiksa Penyidik Usai Kembali ke Rutan KPK, Yaqut: Mohon Maaf Lahir Batin
-
Diduga Kurang Berhati-hati, Minibus Nyemplung di Bundaran HI Usai Tabrak Pembatas Jalan
-
Gubernur DKI Tunggu Keputusan Pusat soal WFH ASN untuk Efisiensi BBM
-
Australia Lumpuh, SPBU Kehabisan BBM Imbas Perang Iran
-
KPK Panggil Ulang Gus Yaqut Hari Ini, Ada Apa Setelah Status Penahanan Kembali ke Rutan?
-
Iran Ajak Negara Arab Bersatu Bentuk Pakta Pertahanan Berbasis Al Quran