Suara.com - Lemper atau makanan tradisional memang umumnya kurang dari Rp 3 ribu. Namun bagaimana dengan lemper seharga jutan rupiah?
Sebuah video yang diuggah oleh akun @promisegarden di Tiktoknya menunjukkan lemper tak biasa. Hal ini disebabkan karena bungkusnya yang berbeda dari lemper lainnya.
Lemper biasanya dibungkus dengan daun pisang. Namun pada video yang ditonton lebih dari 761 ribu kali itu menunjukkan lemper yang dibungkus dengan daun tanaman hias Monstera Thai Constellation.
"Ternyata aku lupa beli daun pisang, jadi aku memetik daun monstera thai constellation aku, sebagai pembungkusnya," kata perempuan pemilik akun tersebut.
Pemilik video tersebut kemudian mensetreples daun monstera tersebut dan menggorengnya.
Video tersebut tentu mendapatkan berbagai komentar dari warganet.
"Inginku menangis daun monstera buat bungkus lemper, sayang banget kak," tulis warganet dalam kolom komentar.
"Di belakang kebonku ada tuh, baru tau itu daun mahal. Kalau mau jual kemana nih kira-kira," imbuh warganet lain.
"Bahaya di balik keindahan monstera. Sebab tanaman hias ini ternyata mengandung kalsium oksalat tidak larut yang menimbulkan racun pada daun dan batang," komentar warganet.
Baca Juga: Viral Pria Ditolak Minta Sumbangan Malah Tawarkan Bimbingan Mengaji, Bikin Publik Berdebat
"Endingnya bikin ngakak sumpah, wah harusnya staplernya dimakan, lempernya gapapa dibuang," tambah warganet.
Di akhir video, ternyata lemper tersebut tidak dimakan namun dibuang ke tempat sampah.
Pemilik video juga menjelaskan, pembungkusan lemper dengan monstera ia gunakan karena tanamannya yang putus saat proses pemesanan.
Monstera thai constellation sendiri dibandrol dengan harga jutaan rupiah, bahkan hingga puluhan juta rupiah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Konflik Kartel Meksiko Geser Rantai Pasok Narkoba ke Indonesia, BNN Waspadai Jalur Alternatif
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
Jelang Vonis Korupsi Pertamina, Ketua Hakim Beri Peringatan Keras: Jangan Coba-coba Pengaruhi Kami!
-
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga: Kerry Adrianto Merasa Dijebak dalam Kasus Korupsi Pertamina
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
-
Unik, Aksi Massa di Mapolda DIY Bergerak Organik Tanpa Orasi dan Tuntutan Tertulis
-
Aksi di Mapolda DIY: Massa Kecam Kekerasan Aparat yang Tewaskan Bocah di Maluku
-
Terkuak! Bukan Polisi, Pelaku Penganiaya Pegawai SPBU di Cipinang Ternyata Wiraswasta
-
Rekaman CCTV Ungkap Kronologi Kecelakaan Transjakarta dan Ojol di Gunung Sahari