Suara.com - Seorang PSK membagikan kisah tentang kehidupan seks bersama pelanggan disabilitas. Ia bahkan berhubungan baik dengan pelanggannya yang mengidap cerebral palsy hingga sekarang.
Menyadur Metro Jumat (29/10/2021), wanita bernama Olive Pearl ini ingin mematahkan stigma seputar seks dengan orang berkebutuhan khusus.
Ia dan pelanggannya, Gavin Thorneycroft kini jadi teman baik dan memiliki sesi pertemuan rutin yang sudah berjalan selama 7 bulan. Gavin yang tak dapat berjalan dibantu dengan ayunan seks setiap melakukan sesi rutin dengan Pearl.
"Gavin hanyalah pria biasa - dengan hasrat seksual yang sama dengan orang lain. Ketika saya menghabiskan waktu bersamanya, saya tidak melihatnya berbeda dengan klien lain."
"Kami hanya perlu sedikit inventif dengan posisi kami untuk memastikan itu nyaman baginya - ayunan seks sangat bagus untuk itu - hanya itu."
"Saya merasa spesial ketika Gavin mempercayai saya untuk memuaskan kebutuhannya secara seksual. Kami berteman baik dan selalu bersenang-senang bersama."
Gavin menambahkan bahwa Olive sangat menghormati dirinya sehingga ia merasa normal ketika berhubungan seks. "Hanya karena saya cacat, bukan berarti tidak memiliki kebutuhan yang sama dengan orang yang sehat."
Pria berusia 32 tahun ini mengatakan Olive adalah pekerja seks terbaik yang pernah ia temui dan mereka memiliki chemistry yang sangat baik.
"Pengalaman seksual yang saya alami di masa lalu 90 persen buruk - mereka tak dapat memahami bagaimana cerebral palsy dapat memengaruhi seks," tambahnya.
Baca Juga: Viral Wanita Disabilitas Kerja Menguliti Jagung 60 Liter Cuma Digaji Rp 15 Ribu
"Orang-orang disabilitas seharusnya tidak merasa malu berhubungan seks – itu benar-benar normal."
Berita Terkait
Terpopuler
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- 4 Cushion Wardah untuk Tutupi Kerutan Lansia Usia 50 Tahun ke Atas
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
- 5 Mobil Bekas Rp30 Jutaan yang Cocok untuk Guru Honorer: Solusi Ekonomis untuk Mobilitas Sehari-hari
Pilihan
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
Terkini
-
Satu Abad NU, Gus Yahya: Persatuan Menguat Usai Dinamika yang Hebat
-
Menhan Ungkap Pertemuan Prabowo dan Tokoh Oposisi: Apa yang Dibahas?
-
Risiko Matahari Kembar di Tubuh Polri, Mengapa Kapolri Pilih Mundur Ketimbang Jadi Menteri?
-
Aktivis 98 Kritik Pernyataan 'Titik Darah Penghabisan' Kapolri: Siapa yang Mau Dihadapi?
-
Geger! Jutaan Dokumen Rahasia Jeffrey Epstein Dirilis, Nama Donald Trump Muncul 5.300 Kali
-
Diterpa Isu Reshuffle, Pratikno Tegas Bantah Siapkan Surat Pengunduran Diri
-
Kemenkes: Gas N2O yang Muncul di Kasus Lula Lahfah Punya Aturan Ketat
-
Pengamat: Dasco Kini Jadi 'Buffer Power' Presiden, seperti Taufiq Kiemas dan Yenny Wahid Dulu
-
KPK Segera Tahan Gus Yaqut dan Gus Alex usai Audit Kerugian Negara Rampung
-
Rhenald Kasali: Kita Hidup di Abad Ketidakpastian, Saat Perasaan Menggerakkan Dunia Digital