Suara.com - Anggota Komisi I DPR RI fraksi Golkar, Dave Akbarshah Fikarno, mengatakan, tantangan berat Jenderal Andi Perkasa sebagai Panglima TNI adalah menangani masalah pertahanan dan keamanan di Papua. Dave menyebut masalah di Papua akan terus berlanjut terlebih adanya dugaan apa yang terjadi di bumi Cenderawasih tersebut ada yang mendanai.
"Sekarang itu kami lebih harusnya lebih konsen, terhadap hal-hal apa saja yang menjadi tantangan beliau (Jenderal Andika Perkasa) ke depan, isu-isu hankam yang paling berat saat ini ya untuk internal adalah masalah Papua," kata Dave dalam diskusi yang digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/11/2021).
Memang menurut Dave, Andika dalam fit and proper test bersama Komisi I telah memaparkan upaya-upaya yang akan dilakukan untuk menangani masalah di Papua. Namun, Dave mengingatkan bahwa masalah Papua tidak akan mudah diselesaikan.
"Kenapa, mengingat ancaman dan juga serangan secara militer juga jalan, berarti masih ada yang mensuplai senjata, peluru dan juga termasuk supply dana dan juga mereka yang mensuplai itu semua juga berasal dari dalam juga," ungkapnya.
Dave mengatakan, adanya dugaan kasus korupsi digunakan untuk membiayai pertempuran di Papua. Menurutnya, hal itu yang membuat masalah terus berlarut-larut.
Kebijakan Andika nantinya yang akan menambah personil atau penurunan prajurit-prajurit TNI di tiap-tiap pos militer memang dianggapnya sebagai langlah yang baik. Namun, menurutnya hal itu belum cukup mengingat masih ada sejumlah kekosongan.
"Jadi penambahan prajurit di sana bukan berarti otomatis itu hanya penebalan pasukan untuk memerangi rakyat tetapi memang kebutuhan itu masih banyak, masih kosong," tuturnya.
"Sekarang ini diisi oleh satgas a satgas ya, makanya itu di terakhir saya bicara di sini juga saya bilang itu sebaiknya saya pada satgas-satgas di rubah menjadi tentara yang bertugas di sana bukan hanya penugasan yang permanen begitu lalu ditambah juga dengan di era digitalisasi, teknologi semakin maju," sambungnya.
Disetujui DPR jadi Panglima TNI
Baca Juga: Tajir Melintir! Kekayaan Jenderal Andika Perkasa Diperkirakan 3 Kali Lipat dari Jokowi
Sebelumnya, Dewan Perwakilan Rakyat mengesahkan keputusan Komisi I DPR atas persetujuan Andika Perkasa menjadi Panglima TNI. Pengesahan itu dilakukan dalam Rapat Paripurna dengan persetujuan para Dewan.
Sebelum disetujui, Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid terlebih dulu menyampaikan laporan hasil uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test Andika yang telah dilaksanakan pada Sabtu (6/11).
Dalam laporannya Meutya mengatakan bahwa ada dua keputusan yang dibuat Komisi I. Pertama ialah menyetujui pemberhentian dengan hormat Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI dan kedua persetujuan pengangkatan Andika sebagai Panglima.
"Memberikan persetujuan terhadap pengangkatan calon Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa sebagai Panglima TNI," kata Meutya, Senin.
Selanjutnya usai mendengarkan penyampaian laporan dari Komisi I, Ketua DPR RI Puan Maharani yang memimpinan rapat meminta persetujuan seluruh anggota DPR baik yang hadir fisik maupun virtual.
Total berdasarkan catatan absensi dari Sekretariat Jenderal DPR ada sebanyak 366 orang anggota yang menghadiri Rapat Paripurna secara fisik dan virtual.
Berita Terkait
-
Jalan Mulus Jenderal Andika Perkasa Jabat Panglima TNI, Kekayaannya Bikin Takjub
-
Ditunjuk Jokowi Jadi Panglima TNI, Jenderal TNI Andika Perkasa Ternyata Mualaf
-
Ucapkan Selamat ke Jenderal Andika Perkasa, Bamsoet: Semoga Bisa Mengayomi Tiga Angkatan
-
Jenderal Andika Perkasa: Jangan Sampai Nanti Saya Geer Gitu
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam
-
Kritik Tajam ke Prabowo Soal IKN: Politisi PDIP Minta Stop Pembangunan Baru, Fokus Ini!
-
Mahfud MD Sebut Jaksa Tidak Fair dalam Kasus Nadiem Makarim, Ini Alasannya
-
Ini 5 Fakta Kerusakan Hutan di Indonesia yang Jadi Sorotan Dunia
-
Komisi III DPR Perjuangkan Nasib Hakim Ad Hoc dengan Syarat Mutlak Jangan Mogok Sidang