Suara.com - Sebuah video yang memperlihatkan aksi seorang pria menemukan benda menyeramkan saat sedang berada di pantai viral di media sosial.
Dalam video yang diunggah oleh akun Tiktok @alfaa_boy, Rabu (25/11/2021) tampak seorang pria menemukan benda yang diduga jenglot.
Semula pria itu sedang membersihkan sampah di pantai Kunjir, Kalianda, Lampung dalam rangka pengabdian masyarakat. Ia pun terkejut saat melihat benda terbungkus kain putih yang berisi benda menyeramkan.
"Jenglot di pantai kunjir," tulis pria itu dalam keterangan video dikutip Suara.com, Kamis, (25/11/2021).
Dalam video itu dijelaskan bahwa pria tersebut bersama teman-temannya menempuh perjalanan dari Bandar lampung menuju pantai Kunjir.
Mereka datang dengan misi pengabdian pada masyarakat. Aksi nyata yang akan mereka lakukan adalah membangun tempat sampah dan membersihkan sampah-sampah yang berserakan di pantai itu.
"Gue berangkat dari Bandar Lampung ke pantai kunjir tengah malam dan berniat untuk pengabdian masyarakat membangun tempat sampah dan membersihkan pantai sekitar, namun tanpa disengaja saya menemukan sosok jenglot ini," tulis pria itu dalam videonya.
Pria tersebut mengaku bahwa niatnya datang ke pantai itu murni untuk tujuan pengabdian masyarakat.
"Tapi benar-benar demi Allah saya tidak tahu dan tidak ingin menantang sosok apapun yang ada disini, jadi benar-benar kayak saya membersihkan sampah saya menemukan buntalan-buntalan plastik," ujar pria itu.
Saat membersihkan sampah di pantai, pria tersebut mengaku menemukan beberapa bungkusan. Ia pun terkejut saat membuka salah satu bungkusan yang membuatnya merasa penasaran.
"Dan akhirnya saya penasaran dan saya buka ternyata isinya seperti ini, Pantai Kunjir Kalianda Lampung," pungkasnya.
Melihat video tersebut, para warganet menuliskan beragam komentar. Sebagian besar dari mereka menyoroti penemuan benda yang diduga jenglot tersebut.
"Kalau di laut kayaknya udah dibuang deh bang," komentar salah seorang warganet.
"Btw abangnya semoga baik-baik saja ya," ujar waragnet lain.
"Lebih baik dibakar aja bang, jangan terlalu lama dipegang," tulis salah satu warganet.
"Mengerikan," sahut warganet lain.
Tag
Berita Terkait
-
Belajar ke Inggris, Menteri LH Bidik Sampah Jadi Komoditas Bernilai Ekonomi
-
Lima Hari Baru Bersih, 55,7 Ton Sampah Diangkut dari Kali Gendong Muara Baru
-
Prediksi Curacao vs Pantai Gading: Misi Panas Kedua Tim di Philadelphia
-
Misteri Hantu dari Tumpukan Sampah Desa Changnan
-
Ikatan Keluarga Dewan DPRD DKI Perkuat Organisasi dan Pengabdian Masyarakat
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!