Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan praktik open dumping atau pembuangan sampah secara terbuka di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang berhenti sepenuhnya pada akhir 2028. Langkah ini menjadi bagian dari target lebih besar untuk mencapai 100 persen sampah terkelola pada 2029.
Target tersebut tertuang dalam Roadmap Pengelolaan Sampah yang disusun bersama Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
Dokumen itu menjadi acuan transformasi pengelolaan sampah Jakarta, mulai dari pengurangan dan pemilahan sampah di sumber, peningkatan kapasitas fasilitas pengolahan, hingga penerapan sistem controlled landfill di Bantargebang.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Dudi Gardesi, mengatakan roadmap tersebut disusun dengan target dan indikator yang dapat dipantau secara berkala.
"Roadmap ini memastikan pengelolaan sampah Jakarta berjalan terarah dan terukur. Kami memperkuat pengurangan sampah dari sumber, meningkatkan kapasitas pengolahan, serta membenahi operasional TPST Bantargebang menuju penghentian praktik open dumping secara bertahap," kata Dudi.
Roadmap tersebut juga diselaraskan dengan target nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.
Penghentian dilakukan bertahap
Pada paruh kedua 2026, porsi sampah yang masih ditangani melalui open dumping ditargetkan turun menjadi 50,34 persen. Pada periode yang sama, penerapan controlled landfill mulai mencapai 8,39 persen, sementara sampah yang diolah melalui berbagai fasilitas meningkat menjadi 20,28 persen.
Pemerintah menargetkan penurunan itu berlanjut pada 2027. Porsi open dumping diproyeksikan turun menjadi 33,56 persen, sedangkan controlled landfill meningkat menjadi 16,78 persen dan pengolahan sampah melalui fasilitas mencapai 45,56 persen.
Baca Juga: Belajar dari Bentrokan di Matraman, Pemprov DKI Harus Perkuat Satgas Jaga Jakarta dan FKDM
Pada 2028, praktik open dumping ditargetkan berhenti sepenuhnya. Sebanyak 66,44 persen sampah akan diolah melalui berbagai fasilitas pengolahan, sementara sisanya, 33,56 persen, ditangani menggunakan sistem controlled landfill.
Menurut Dudi, peningkatan kapasitas fasilitas pengolahan menjadi kunci untuk mengurangi ketergantungan terhadap tempat pemrosesan akhir.
"Targetnya jelas, yaitu mengurangi ketergantungan terhadap tempat pemrosesan akhir dan menggantikan open dumping dengan sistem controlled landfill yang lebih aman bagi lingkungan," ujarnya.
Peran masyarakat dinilai menentukan
Selain memperkuat infrastruktur, Pemprov DKI juga berupaya meningkatkan layanan pengelolaan sampah di tingkat wilayah melalui penambahan sarana pengangkutan, penguatan fasilitas pengolahan, serta kolaborasi dengan pengelola kawasan, dunia usaha, dan masyarakat.
Namun, Dudi mengatakan keberhasilan roadmap tersebut tidak hanya bergantung pada pemerintah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
Terkini
-
Jakarta Target Stop Open Dumping di Bantargebang, Bisakah Target 2029 Tercapai?
-
Fuso Luncurkan Canter Extra Long Bus di GIIAS 2026, Sasar Industri Pariwisata
-
5 Cara Memilih Sabun Cuci Muka untuk Kulit Kering, Wajah Tetap Lembap dan Tidak Ketarik
-
Pakai Logo dan Jadwal Asli, Begini Modus Penipu Tiket Whoosh Kuras Rekening Korban
-
Presiden Prabowo Apresiasi Rekrutmen IPDN, Cerminan Kesetaraan Kesempatan Bagi Putra-Putri Bangsa
-
DPRD DKI Desak Pemprov Jakarta Percepat Perbaikan Jalan Rusak saat Musim Kemarau
-
Kemenkes: Gula Darah Anak SD Sudah Tinggi, Risiko Jantung hingga Stroke Mengintai di Usia 40 Tahun
-
The Remarried Empress Rilis Poster Perdana, Tayang Musim Gugur Tahun Ini
-
4 Milky Toner Squalane Tingkatkan Hidrasi Kulit untuk Perkuat Skin Barrier
-
Meluncur di GIIAS 2026 Kia Seltos Terbaru Bawa Fitur Canggih dan Harga Menarik