Suara.com - Seorang pria di Taiwan bikin pihak rumah sakit kesal karena selalu memperlakukan fasilitas ambulans layaknya sebuah taksi gratis.
Menyadur ZeeNews Selasa (30/11/2021), pria ini mendapat peringatan keras dari rumah sakit karena menelepon ambulans hingga 39 kali dalam setahun.
Ia menghubungi ambulans bukan untuk mendapat pertolongan pertama, tapi karena tak mau jalan kaki dari supermarket ke tempat tinggalnya yang berjarak hanya 200 meter.
Global Times melaporkan Wang sering pura-pura sakit dan menggunakan 'penyakitnya' sebagai alasan untuk memanggil ambulans untuk membawanya ke rumah sakit.
Tapi kebohongannya terbongkar karena Wang selalu pergi dari rumah sakit tanpa melakukan pemeriksaan.
Staf rumah sakit membawa masalah ini ke polisi dan ketika dihadapkan, Wang mulai meneriaki mereka. Polisi mengancam jika dia terus memanfaatkan fasilita, dia akan dihukum.
Di Taiwan, ambulans adalah fasilitas gratis untuk membawa pasien darurat ke rumah sakit atau fasilitas medis terdekat. Tampaknya Wang mengambil keuntungan penuh dari hukum!
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan
-
Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter
-
Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor
-
Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun