Suara.com - Pengamat politik Rocky Gerung menyoroti pidato Presiden Jokowi di depan jajaran Polri saat menyampaikan pengarahan pada Kepala Kesatuan Wilayah di Badung, Bali, Jumat (3/12/2021).
Dalam sebuah video yang tayang di kanal Youtube Refly Harun, Rabu (8/12/2021) Rocky menyoroti gestur Jokowi saat menyampaikan pidato.
"Terlihat, Pak Jokowi walaupun berbekal teks, tapi matanya ke audiens," kata Refly Harun dalam video tersebut, dikutip Suara.com, Rabu (8/12/2021).
"Artinya, kemarahan itu mudah-mudahan ada wujud dari internalisasi dia. Karena kalau cuma teks, kan cuma di mulut. Tapi kalau dari hati, gesturnya lebih terlihat," lanjutnya.
Terkait gestur dan kemarahan Jokowi, Rocky menyindir sudah ada latihan dulu selama berjam-jam, sebelum memberikan pidato yang menunjukkan kemarahan itu.
"Iya, itu artinya memang ada latihan berjam-jam itu Pak Jokowi, supaya gesturnya itu terlihat begitu serius tadi dan banyak yang percaya," ujar Rocky.
"Karena Pak Jokowi sudah berkali-kali mengucapkan hal yang sama, jadi orang menganggapnya apa sih itu, marah karena apa sebetulnya," sambungnya.
Diketahui, Presiden Jokowi menyampaikan tanggapannya terkait maraknya pengahpusan mural yang berisi gambar wajahnya maupun yang berisi kritikan untuknya.
Dalam pidato yang disampaikan saat memberikan pengarahan kepada Kasatwil tahun 2021 di Badung, Bali, Jokowi mengaku heran melihat mural-mural itu dihapus. Ia menilai mural sebagai hal kecil yang tak perlu dibesar0besarkan.
Baca Juga: Ini Harapan Presiden Jokowi Saat Resmikan Bandara Tebelian yang Habiskan Anggaran Rp 518 M
"Contoh kecil-kecil saja. Mural dihapus. Saya tahu nggak mungkin itu. Perintahnya Kapolri juga nggak mungkin. Perintahnya kapolda juga nggak mungkin. Perintahnya kapolres juga mungkin nggak mungkin," ujar Jokowi dalam video yang diunggah di akun YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (3/12/2021).
"Itu sebetulnya urusan di polsek yang saya cek di lapangan. Tapi nyatanya dihapus. Oleh sebab itu, beri tahu kapolsek-kapolsek sampai kapolsek diberi tahu. Itu urusan kecil," lanjut Jokowi.
Jokowi lantas memberikan contoh ketika ia datang ke sebuah daerah kemudian mural yang berisi kritik terhadap pemerintah segera dihapus. Menurutnya hal itu tak perlu. Ia meminta jajaran aparat untuk tak takut terhadap mural.
"Saya datang ke sebuah daerah, ada mural dihapus. Rame. Wah Presiden yo urusan, urusan mural, oh urusan mural aja ngapain sih? Wong saya dihina, saya dimaki-maki, difitnah udah biasa. Ada mural aja takut. Ngapain?," ujarnya.
"Baca ini, hati-hati. Ini kebebasan berpendapat, tapi kalau menyebabkan ketertiban masyarakat di daerah menjadi terganggu, beda soal," ujar Jokowi melanjutkan.
Berita Terkait
-
Jokowi Kunjungan Kerja ke Sintang Setelah Dilanda Banjir, Warga: Pengobat Duka Kami
-
Presiden Jokowi Dilempar Kertas, Warganet: Peringatan Keras Paspampres Kecolongan
-
Setahun Lebih Proyek Lintasan Sirkuit Mandalika Mandek karena Masalah Sengketa Lahan
-
Tinjau Pembangunan Tanggul Pengendali Banjir di Sintang, Jokowi Perintahkan Ini ke KLHK
-
Ini Harapan Presiden Jokowi Saat Resmikan Bandara Tebelian yang Habiskan Anggaran Rp 518 M
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?
-
Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi
-
Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul
-
Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil