Suara.com - Seorang ibu di India mengejar macan tutul yang menggondol anaknya. Ia berlari sejauh satu mil dan melawan binatang buas itu dengan tangan kosong.
Menyadur Oddity Central Sabtu (11/12/2021), ibu bernama Kiran Baiga itu berasal dari desa suku Badi Jhiriya, di negara bagian Madhya Pradesh, India.
Ia sedang duduk di luar gubuknya bersama ketiga anaknya, termasuk seorang bayi di pangkuan pada 28 November, ketika seekor macan tutul menerkam anaknya yang berusia enam tahun, Rahul.
Bahkan sebelum dia bereaksi, kucing besar itu sudah mencengkeram rahang putranya dan berlari menuju Taman Nasional Sanjay Gandhi di dekatnya.
Kiran dengan cepat menyerahkan bayinya pada anaknya yang lain, menyuruh mereka untuk tinggal di gubuk dan mulai berlari mengejar macan tutul, dalam upaya putus asa untuk menyelamatkan anaknya.
Setelah berlari sekitar satu mil di malam hari, Kiran menyusul macan tutul yang sedang duduk bersama mangsanya.
Berbekal naluri keibuan yang kuat, wanita muda itu diduga menerjang kucing itu, membebaskan putranya dari cakarnya dengan tangan kosong.
Namun, macan tutul tidak mau melepas mangsanya dengan mudah dan menyerang Kiran tepat setelah dia membebaskan anaknya.
Kiran menderita luka saat mencoba menangkis serangan macan tutul dan dia mungkin akan berakhir sebagai korban bersama putranya, jika penduduk tak mendengar serangan kucing itu di taman nasional.
Baca Juga: Garangnya Penampakan Slamet, Macan Tutul Jawa di Hutan Gunung Ciremai
Melihat dan mendengar desa-desa dan mendengar teriakan mereka, kucing itu lari ke hutan.
Jagran English melaporkan Kiran dan anak laki-lakinya mengalami cedera tapi keduanya lolos dan saat ini dirawat di rumah sakit.
Orang-orang suku yang tinggal di dekat Taman Nasional Sanjay Gandhi mengatakan serangan oleh hewan liar seperti itu sangat sering terjadi.
Desa Badi Jhiriya terletak di zona penyangga dan penduduk setempat terus-menerus hidup dalam ketakutan akan kehidupan mereka dan orang-orang yang mereka cintai.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Hapus Jejak Tiang Monorel, Pramono Anung Buka Perdana CFD Rasuna Said sebagai Ikon Baru Jakarta
-
Usut Jaringan Internasional! 321 WNA Operator Judol Jakbar Dipindahkan ke Imigrasi
-
Polda Metro Kerahkan Ratusan Polis Jaga Ketat HUT GRIB Jaya di GBK
-
Milad GRIB Jaya di GBK, Polda Metro Siagakan Personel Antisipasi Macet dan Kepadatan
-
Puluhan Warga Inggris Korban Wabah Hantavirus Kapal Pesiar Diisolasi Ketat
-
Analis Intelijen Barat Puji Iran Tetap Kokoh Meski Selat Hormuz Digempur AS
-
Respon Iran Atas Tawaran Damai AS Masih Misteri, Tenggat Waktu Marco Rubio Habis
-
Rudal Iran yang Dipakai Serang Kapal Amerika Ternyata Bertuliskan Pesan Ini
-
Soroti Tragedi Dukono, Ahli Kebencanaan: Gunung Bukan Tempat Cari Konten, Zona Bahaya Itu Garis Maut
-
AS Terbangkan Pesawat Charter Jemput Belasan Penumpang Kapal Pesiar Hantavirus