Suara.com - Sebuah gereja Katolik di Italia secara terbuka meminta maaf setelah salah satu uskupnya mengatakan kepada sekelompok anak-anak jika Santa Claus tidak ada.
Menyadur Sky News Minggu (12/12/2021), Keuskupan Noto si kota Sisilia mengatakan bahwa Uskup Antonio Stagliano berusaha menggarisbawahi arti sebenarnya dari Natal.
Direktur komunikasi keuskupan Noto, Pendeta Alessandro Paolino, mengatakan jika Stagliano hanya mencoba menjelaskan kisah St Nicholas atau yang lebih dikenal Santa Claus.
Menurut pendeta Alessandro, Stagliano menjelaskan jika St Nicholas memberikan hadiah kepada orang miskin dan dianiaya oleh seorang kaisar Romawi.
Namun, menurut laporan media lokal, Stagliano mengatakan jika Santa Claus tidak ada dan kostum merahnya dibuat oleh Coca-Cola.
"Pertama-tama, atas nama uskup, saya mengungkapkan kesedihan saya atas pernyataan ini yang telah menciptakan kekecewaan pada anak-anak, dan ingin menjelaskan bahwa niat Monsinyur Stagliano sangat berbeda," jelas Alessandro.
"Kita tentu tidak boleh menghancurkan imajinasi anak-anak, tetapi mengambil contoh yang baik darinya yang positif bagi kehidupan," tambahnya.
Alessandro juga menjelaskan jika Sinterklas adalah contoh yang efektif untuk menyampaikan pentingnya memberi, kedermawanan, dan berbagi.
"Namun ketika citra ini kehilangan maknanya, Anda melihat konsumerisme, keinginan untuk memiliki, membeli, membeli dan membeli lagi, maka Anda harus merevaluasinya dengan memberinya makna baru," sambungnya.
Baca Juga: Hasil Liga Italia: Juventus Ditahan Imbang Venezia 1-1
Namun, para orang tua di Sisilia masih belum menerima permintaan maaf dari pihak gereja. Mereka menganggap Uskup Antonio mengganggu tradisi dan perayaan keluarga.
"Anda adalah demonstrasi bahwa, ketika menyangkut keluarga, anak-anak, dan pendidikan keluarga, Anda tidak mengerti apa-apa," tulis jelas Mary Avola, seorang warga Sisila.
Beberapa orang juga mengatakan bahwa Uskup Antonio telah menghancurkan semangat anak-anak dua minggu sebelum Natal.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan