Suara.com - KH Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya mengaku percaya diri alias pede akan terpilih menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Meski, dia mengklaim tidak memiliki tim sukses.
Gus Yahya merasa yakin atas hal itu usai menemui langsung 474 pengurus cabang dan wilayah NU di seluruh Indonesia. Saat bertemu satu persatu dengan pengurus cabang dan wilayah, Gus Yahya mengaku banyak mendengar keluh kesahnya dan memberikan jawabannya.
"Saya yakin, kalau dari penglihatan saya ketika saya bertemu dengan para pengurus cabang dan wilayah seluruh Indonesia saya kira mayoritas setuju," kata Gus Yahya saat ditemui di acara bedah buku Menghidupkan Gus Dur di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (19/12/2021).
Katib Aam PBNU itu mengaku sengaja memaksakan diri bertemu langsung dengan ratusan pengurus cabang dan wilayah NU. Sebab, dia mengklaim tidak memiliki tim sukses.
"Memang saya porsir saya paksakan diri untuk bertemu langsung, saya tidak membuat tim sukses dan mengirim orang-orang di cabang, tapi saya temui sendiri," katanya.
Gus Yahya mencalonkan diri sebagai Ketum PBNU dalam Muktamar ke 34 NU di Lampung. Dia akan bersaing dengan KH Said Aqil Siradj selaku petahana.
Berita Terkait
-
Alissa Wahid Kecam Pihak yang Coba Fitnah NU: Nulis Nahdlatul Ulama Saja Salah
-
Jelang Muktamar ke-34 NU, Menkes Soroti Vaksinasi di Lampung Tengah Belum Capai Target
-
Jelang Muktamar ke-34 NU, Dishub Lampung Perketat Penjagaan di Pelabuhan Bakauheni
-
Menko Airlangga Pimpin Langsung Rapat Koordinasi Persiapan Muktamar NU ke-34
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
-
Kompak Turun: Ini Harga BBM di Pertamina hingga Shell
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
Terkini
-
Momen Keajaiban Bayi 3 Tahun Selamat Usai 6 Hari Tertimbun Puing Gempa Bumi Venezuela
-
Momen Saling Hormat Prabowo-Jokowi Jadi Sorotan, Gerindra Beri Penjelasan Ini!
-
KPK Gagal Periksa Bos Maktour, Fuad Hasan Masyhur Pilih ke Luar Negeri Saat Kasus Haji Diusut
-
Hakim Beratkan Vonis Nadiem karena Sudah Kaya, Pakar: Standarnya Terlalu Subjektif
-
Kebakaran TPA Jatiwaringin Meluas, Pemkab Tangerang Tetapkan Status Tanggap Darurat
-
Lubang Galian yang Merenggut Nyawa, Siapa Harus Bertanggung Jawab?
-
17 Tahun Terkatung-katung, Nasib Lahan Transmigrasi di Muaro Jambi Akhirnya Terang
-
KPK Dalami Aset Japto Soerjosoemarjo, Diduga Terkait Kasus Gratifikasi Batu Bara
-
Jalan Terjal Jakarta Menuju Kota Global: Kawasan Kumuh Masih Antre Perbaikan
-
6 Pesan Prabowo ke Polri: Jangan Sombong, Jangan Nyusahin Rakyat, Terus Perbaiki Diri