News / nasional
Dany Garjito | Fita Nofiana
Mensos, Tri Rismaharini di Surabaya. (Dok: Kemensos)

Suara.com - Seseorang curhat bahwa rekan kerjanya tuli curhat diminta untuk tak pakai alat bantu saat bertemu dengan Menteri Sosial, Tri Rimaharani. Hal ini diceritakan oleh aktivis Tuli, Surya Sahetapy dalam akun Instagramnya.

Pada unggahannya itu, ia menyatakan bahwa seorang tuli curhat pada rekannya, @indihiraresky_.

"Kak @indhiraresky_ DM dari teman dengar dari Tarakan," tulis Surya.

Berikut bunyi curhatannya:

Baca Juga: Viral! Perempuan Jadi Korban Begal di Kubu Raya, Pelaku Diduga Bawa Lari Uang Rp 60 Juta

"Hai Riri [@indihiraresky_], aku tahu ini terjadi di Tarakan, Kalimantan Utara. Temanku tuli (teman kerjaku) tidak boleh pakai aplikasi di HP-nya saat berbicara dengan ibu Risma, sedih ya!," curhat seseorang yang diunggah oleh Surya Sahetapy.

"Dia harus mendengar ibu Risma bicara tanpa bantuan (tulisan/jbi) padahal temanku tuli," imbuhnya.

Curhatan tersebut tentu disayangkan, di mana seorang pejabat publik malah memperlakukan orang tuli dengan hal yang demikian.

"Sampai kapan sikap ini dibiarkan? Kudoakan agar teman-teman dijauhi dari lingkungan yang toxic, audism, linguicism dll. Amin! Sehat selalu," tambah Surya.

Kejadian serupa yang melibatkan Mensos Risma itu bukan yang pertama kali. Sebulumnya ia dikritik karena sikapnya pada warga tuli dengan memaksanya bicara.

Baca Juga: Novi Anak Kelas 6 SD yang Viral Bantu Ibunya Berjualan Akhirnya Dapat Sepeda dari Kapolsek Laweyan

Bahkan organisasi tuli di Indonesia sebenarnya sudah mengirimi pesan pada Mensos, namun tak kunjung ada balasan.

Komentar