Suara.com - Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi atau Dewas KPK telah menerima dan menindaklanjuti 238 surat pengaduan selama 2021.
"Selama tenggang waktu tahun 2021 mengenai laporan pangaduan yang di bawah pengawasan dan penindakan itu kami menerima sekitar 238 pengaduan," kata Anggota Dewas KPK Indriyanto Seno Adji saat jumpa pers di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK, Jakarta, Selasa (18/1/2022).
Adapun rinciannya, 52 laporan telah selesai diproses dalam bentuk surat jawaban ke pelapor.
"Dari 238 pengaduan itu bahwa 52 laporan itu bisa diselesaikan prosesnya oleh Dewas, dalam pemahaman kami sudah memberikan jawaban-jawaban kepada pelapor," ucapnya.
Kemudian, 42 laporan diteruskan ke unit kerja terkait di KPK. "Mengenai jumlah laporan yang 42 itu kami teruskan kita sebar ke unit kerja terkait di KPK," kata dia.
Selanjutnya, 143 laporan diarsipkan atau dimasukkan ke dalam file. "Terus 143 laporan biasanya karena sudah jelas, tegas, dan sudah ada implementasi yang dilakukan oleh Dewas, itu kami arsipkan kami masukkan dalam file," tuturnya.
Sedangkan, kata dia, ada satu laporan masih dalam proses. Dewas menyatakan laporan pengaduan yang diterima tersebut juga dapat menjadi bahan pengawasan bagi Dewas dalam rapat pelaksanaan koordinasi pengawasan tugas dan wewenang KPK. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Kades Salah Administrasi Tak Bisa Jadi Tersangka? Simak Aturan Baru dari Jaksa Agung Burhanuddin
-
Hashim Sebut Program MBG Banyak Diserang Fitnah dan Hoaks dari Kelompok Tertentu
-
Ternyata Ide Makan Bergizi Gratis Sudah Dirancang Prabowo Sejak 2006, Jauh Sebelum Ada Gerindra
-
Penikaman Kader Golkar Nus Kei di Maluku Tenggara Picu Kekhawatiran Stabilitas Daerah
-
Terima Kunjungan Mentan di Gudang Bulog Jatim, Dirut Pastikan Stok Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah
-
Kebakaran Hebat Hanguskan 1.000 Rumah di Kampung Bahagia Malaysia dalam Sekejap
-
Pramono Anung Ungkap Cara Putus Rantai Kemiskinan di Jakarta: Kunci di Pendidikan
-
Pasukan Perdamaian Prancis Gugur, RI Tegas: Serangan ke UNIFIL Tak Bisa Diterima
-
Skorsing 19 Hari, Siswa yang Acungkan Jari Tengah ke Guru Terancam Tidak Naik Kelas
-
Gudang Bulog Penuh, Presiden Sebut Negara Hadir Penuhi Kebutuhan Dasar Rakyat