Suara.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia atau KPAI mengungkapkan pihaknya melakukan pengawasan reguler kepada sekolah yang menerapkan pembelajaran tatap muka/PTM baik di DKI Jakarta, Bogor hingga Bekasi, Jawa Barat. Dari hasil pengawasan tersebut, KPAI memiliki catatan terkait protokol kesehatan yakni jaga jarak yang masih sulit dilakukan di lingkungan sekolah.
Komisioner KPAI Retno Listyarti mengatakan pihaknya melihat jaga jarak yang sulit dilaksanakan terutama di lingkungan Sekolah Dasar. Semisal saja jaga jarak saat pembelajaran berlangsung.
Karena ruangan kelas yang tidak begitu besar, maka upaya jaga jarak juga sulit dilakukan.
"Walaupun sudah maju mejanya sampai deket papan tulis tapi jaga jarak itu menjadi sulit karena memang tidak sampai 1 meter antara meja satu dengan meja yang lain," kata Retno dalam diskusi bertajuk Omicron Ancam PTM 100 Persen secara virtual, Selasa (18/1/2022).
Karena kondisi tersebut, Retno memberi masukan kepada Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk bisa menurunkan kapasitas murid yang menjalankan PTM dari 100 ke 50 persen. "Karena memang jaga jaraknya sulit sekali," ujarnya.
Selain itu, Retno juga mengungkap upaya jaga jarak itu sulit dilakukan ketika jam pulang sekolah. Ia menceritakan ketika kelompok PTM pertama sudah selesai, maka murid-murid ke luar dari ruang kelas.
Akan tetapi masih ada murid yang masih diam di dalam kelas ataupun di lingkungan sekolah karena masih menunggu dijemput orang tuanya. Akibatnya kerumunan lantas tidak dapat dihindari ketika kelompok PTM kedua tiba di sekolah.
"Namun begitu kelas pertama ke luar, tidak semuanya dijemput, kan nunggu. datang lah kelas kedua ternyata sebagian belum dijemput juga numpuk lagi," ungkapnya.
Kerumunan juga menurutnya terlihat ketika jam penjemputan. Di mana saat ini, banyak anak-anak sekolah tidak dijemput orang tua melainkan menggunakan layanan ojek online atau ojol.
Baca Juga: UGM Siapkan Kuliah Bauran Bulan Februari, Mahasiswa Perlu Perhatikan Persyaratan Ini
Karena harus menunggu sampai bertemu, maka kerumunan juga terjadi di lingkungan sekolah.
Temuan KPI tersebut yang menjadikan Retno khawatir terlebih ketika kasus Covid-19 di Indonesia mulai merangkak naik akibat menyebarnya varian Omicron.
"Karena kasus Omicron naik kami khawatir betul dengan problem dengan jaga jarak."
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Gubernur Jateng Garansi Izin Kapal Nelayan Kecil Gratis: Ketemu Pungutan, Laporkan!
-
iPhone XS Bekas Koruptor Laku Rp34 Juta, KPK Jamin Data Sudah Factory Reset
-
Qodari Tolak Negosiasi Program MBG, Pengamat Nilai Bisa Picu Protes Publik Lebih Besar
-
Bukan Dibegal, Dua Korban Tewas di Selokan Bekasi Ternyata Korban Tawuran
-
Rano Karno Menangis di Sidang Paripurna HUT Jakarta: 'Jejak Jutaan Langkah, Keringat, dan Harapan'
-
Menteri PPPA Ungkap Kondisi Perempuan yang Diduga Disekap Pacar Selama Tiga Tahun di Bandung
-
KPK Bongkar Dedi Congor Nikmati Uang Panas Rp30 Miliar dari Kasus Bea Cukai
-
Jejak Pelarian Michael Steven Berakhir: Buronan Kasus Pasar Modal Rp337 M Dipulangkan ke RI
-
Tanggapi Posisi Politik PDIP, AHY Singgung Pengalaman Demokrat Pernah Jadi Oposisi
-
Bantah Tudingan Zalim, Polisi Ungkap Perlakuan ke Roy Suryo dan dr Tifa di Tahanan