- Anggota Komisi III DPR, Habib Aboe Alhabsyi, kritis terhadap anggaran lab BNN saat rapat kerja di Senayan, Selasa (3/2/2026).
- Ia mempertanyakan efektivitas alat *drug signature analysis* senilai Rp55,74 miliar untuk deteksi narkotika jenis baru.
- Aboe mendesak BNN menindak tegas maraknya penggunaan zat berbahaya N2O (*Whip Pink*) di kalangan remaja dan lapas.
Suara.com - Anggota Komisi III DPR RI, Habib Aboe Alhabsyi, memberikan catatan kritis terkait alokasi anggaran laboratorium Badan Narkotika Nasional (BNN) serta munculnya tren penggunaan zat berbahaya di kalangan remaja.
Hal itu disampaikannya dalam Rapat Kerja Komisi III bersama BNN di Komplek Parlemen, Senayan, Selasa (3/2/2026).
Aboe secara khusus menyoroti usulan anggaran yang sangat besar untuk pengadaan sarana drug signature analysis yang mencapai puluhan miliar rupiah.
Ia meminta penjelasan detail mengenai efektivitas alat tersebut dalam memetakan jaringan narkoba.
"Kemudian saya melihat di halaman 42 pak, ada usulan tunggal yang sangat besar, yaitu sarana drug signature analisis, senilai 55,74 miliar. Ini hampir menyerap 93 persen dari total anggaran bidang lab. Mohon penjelasannya pak," ujar Habib Aboe di hadapan Kepala BNN.
Ia mempertanyakan apakah investasi besar tersebut sebanding dengan kemampuan teknologi dalam mendeteksi ancaman narkotika jenis baru atau New Psychoactive Substances (NPS) serta jaringan internasional secara otomatis.
"Apakah alat ini mampu mendeteksi profil jaringan sindikat internasional secara automatic pak? Dan apakah alat ini sudah mampu mengidentifikasi varian new substantif (nps) yang baru masuk ke Indonesia?" tanyanya.
Selain soal anggaran alat canggih, Politisi PKS ini juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap maraknya penggunaan Whip Pink atau N2O (gas ketawa) yang kini tengah digandrungi remaja untuk mendapatkan efek euforia.
Ia menilai tren ini sudah pada tahap yang mengkhawatirkan hingga masuk ke lembaga pemasyarakatan.
Baca Juga: DPR Soroti Modus 'Whip Pink' Pakai Label Halal, BNN Didesak Awasi Ketat Narkoba Jenis Baru
"Dan apakah laboratorium ini bisa mendeteksi bahaya Whip Pink N2O u efek euforia? Nah tabung ini kayaknya lebih ngetren pak di kalangan remaja. Jadi yang begini-begini nih remaja juga masyaallah, Whip Pink ya, bermain dan semakin di daerah semakin gila pak ya, apalagi di penjara," tegasnya.
Lebih lanjut, Aboe mendesak BNN untuk menunjukkan taringnya dalam menindak fenomena tersebut.
Ia menekankan bahwa meski harus sesuai prosedur hukum, ketegasan BNN sangat diperlukan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat.
"Nah kayaknya perlu ada penindakan tegas karena sangat membahayakan. Saya ndak tau ya, saya berharap di BNN ini dlm mengambil tindakan tetap sesuai aturan dan undang-undang Pak, tapi ketegasan itu harus ditampilkan Pak," pungkasnya.
Berita Terkait
-
DPR Soroti Modus 'Whip Pink' Pakai Label Halal, BNN Didesak Awasi Ketat Narkoba Jenis Baru
-
Di Depan DPR, BNN Laporkan Sita 4 Ton Sabu hingga Bongkar 7 Jaringan Internasional
-
Rapat Bersama DPR, PPATK: Transaksi Judi Online di Indonesia Berhasil Ditekan Selama 2025
-
Video Viral Bongkar Dugaan Manipulasi BAP, Penyidik Polsek Cilandak Diperiksa Propam
-
Gas N2O Disorot Usai Kasus Lula Lahfah, Polisi Akui Belum Bisa Tindak: Tunggu Regulasi
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Di Balik Ledakan Belanja Online, Mengapa Transisi Kemasan Ramah Lingkungan Masih Berliku?
-
Gus Ipul Wanti-wanti Pengelola Sekolah Rakyat: Jangan Sampai Aset Negara Jadi Masalah
-
Harga Minyak Dunia Anjlok 6 Persen Usai Ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz Mereda
-
Studi Ungkap Gunung Berapi yang Tidur Ribuan Tahun Ternyata Bisa Tetap Aktif: Mengapa?
-
Menaker: Sertifikasi Kompetensi Jadi Bukti Formal Penting Bagi Lulusan Magang
-
6 Fakta di Balik Bebasnya Piche Kota Indonesian Idol dari Tahanan Kasus Dugaan Pemerkosaan
-
Wabah Hantavirus di Kapal MV Hondius Memaksa Spanyol Ambil Tindakan Darurat Evakuasi Penumpang
-
Muatan Penumpang Disorot! Bus ALS Maut yang Tewaskan 16 Orang Angkut Tabung Gas hinga Sepeda Motor
-
Tragedi Bus ALS vs Truk Tangki di Sumsel: 16 Jenazah Tiba di RS Bhayangkara, Mayoritas Luka Bakar!
-
Komandan Elite Hizbullah Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel di Beirut Selatan