Suara.com - Pendiri Negrit Ferry Kurnia Rizkiyansyah menganggap pemerintah pusat akan mendapat keuntungan dari penunjukkan penjabat pengganti kepala daerah yang habis masa jabatannya di Tahun 2022 dan 2023.
Pernyataan tersebut disampaikannya dalam webinar yang diselenggarakan secara daring pada Jumat (21/1/2022).
"Kenapa? Karena Plt ini dapat membantu pemerintah pusat dan bertanggung jawab kepada pemerintah pusat, kan seperti itu," katanya yang juga menjadi Anggota Dewan Nasional Konvensi Rakyat.
Ferry menyatakan, keberadaan penjabat yang ditunjuk langsung pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) perlu diwaspadai, apalagi berkaitan dengan proses Pemilu 2024.
"Kita cermati dan juga kita harus waspadai betul terkait dengan soal ini. Kenapa? Karena ini berkaitan dengan soal aktivitas di Pilpres 2024. Ini yang saya pikir perlu juga dicermati," kata Ferry.
Ferry mengungkapkan kekhawatiran akan adanya penjabat yang bisa menyalahgunakan kekuasaan atau abuse of power serta kewenangan yang otoritatif dalam aktivitas menjelang Pemilu 2024.
Karena itu, Ferry memberikan rekomendasi terkait dengan aturan yang tegas bagi para penjabat yang mengatur kewenangan, perlundungan hukum, dan kualifikasi penjabat seperti apa.
"Karena ini jangan sampe jadi cawe-cawe bagi kepala-kepala daerah yang ditunjuk seperti itu. Serta adanya sanksi bagi pelaksana tugas yang menyalahgunakan wewenang serta hal-hal yang dikaitkan dengan pengambilan keputusan-keputusan strategis, itu menjadi poin yang penting," kata Ferry.
Baca Juga: Rumor Duet Prabowo-Jokowi di Pilpres 2024 Bikin Amien Rais Meradang
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
Terkini
-
Prabowo: Setiap Kali Mau Berantas Korupsi, Kelompok 'Garong' Serang Balik Pakai Kerusuhan
-
Di Istiqlal, MUI Ingatkan Perusak Lingkungan Adalah Kejahatan Besar di Mata Al-Qur'an
-
Pakai Baju Koko Putih, Prabowo Hadiri Acara Munajat Bangsa-Pengukuhan Pengurus MUI di Istiqlal
-
Sempat Kabur Saat OTT, Pemilik PT Blueray John Field Menyerahkan Diri ke KPK
-
Semarang Jadi Pelopor Meritokrasi di Jateng, 12 Pejabat Dilantik Lewat Sistem Talenta
-
Nyanyian Saksi di Sidang: Sebut Eks Menaker Ida Fauziyah Terima Rp50 Juta, KPK Mulai Pasang Mata
-
Diduga Demi Kejar 'Cuan' Bisnis, Anak Usaha Kemenkeu Nekat Suap Ketua PN Depok Terkait Lahan Tapos
-
Kapolres Tangsel Laporkan Gratifikasi iPhone 17 Pro Max ke KPK, Kini Disita Jadi Milik Negara
-
Polda Metro Jaya Bongkar Peredaran Obat Keras, 21 Ribu Butir Disita dari Dua Lokasi
-
Usai Kena OTT KPK, Ketua dan Waka PN Depok Akan Diperiksa KY soal Dugaan Pelanggaran Kode Etik Hakim