Suara.com - Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan Jakarta dr Agus Dwi Susanto meminta pemerintah meningkatkan level PPKM di wilayah Ibu Kota Jakarta karena Pandemi Covid-19 tengah meningkat akibat varian Omicron.
Agus mengatakan, pencegahan lonjakan pandemi lebih parah harus dilakukan sedini mungkin agar sistem kesehatan tidak kolaps seperti gelombang kedua varian delta pada pertengahan tahun lalu.
"Tentunya level PPKM ini harus ditingkatkan sesuai dengan zona dari masing-masing daerah, kalau DKI sekarang rasanya sudah merah, tentunya PPKM levelnya harus disesuaikan supaya pencegahannya bisa maksimal," kata Agus dalam jumpa pers pada Rabu (2/2/2022).
Dia juga meminta pemerintah melakukan 3T, yakni testing, tracing, dan treatment harus maksimal dilakukan selama lonjakan omicron saat ini.
Selain itu, masyarakat juga harus semakin disiplin mematuhi protokol kesehatan 5M; memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas, termasuk segera mendapatkan vaksinasi Covid-19 di tempat pelayanan kesehatan terdekat.
"Jadi sekarang perlu kerja sama dari masyarakat untuk bisa mencegah yang sakit tambah banyak ya harus menjalankan prokes," tegasnya.
Menurut data, angka keterpakaian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di RSUP Persahabatan sudah mencapai 84,6 persen.
Pasien Covid-19 yang masih dirawat di RSUP Persahabatan hingga saat ini berjumlah 55 orang dari 65 bed yang tersedia.
Mereka berada di ruang isolasi 38 orang, ruang ICU 3 orang, 14 orang di antaranya merupakan pasien probable omicron.
Baca Juga: Permintaan Oksigen Medis di Jakarta Kembali Meningkat
Secara kumulatif sejak 1 Januari hingga 2 Februari 2022 total pasien Covid-19 di RSUP Persahabatan mencapai 156 orang, padahal pada Desember 2021 mereka hanya merawat rata-rata 5 pasien Covid-19.
Sebanyak 156 pasien tersebut ada 56 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 varian Omicron, sementara 100 lainnya bukan Omicron.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan