Suara.com - Setelah lama vakum, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo kembali melakukan program Sehari Bersama Gubernur. Program magang mahasiswa dan pelajar selama seharian penuh itu kembali dilakukan saat Ganjar kunjungan kerja ke Rembang, Rabu (2/2/2022).
Lima mahasiswa dan lima pelajar SMA dari berbagai perguruan tinggi dan sekolah di Jateng-DIY diajak Ganjar saat ke Rembang. Seharian penuh, mahasiswa dari UGM Jogjakarta, Undip Semarang, Untidar Magelang, Unisbank dan pelajar dari sejumlah SMA/SMK Purwokerto, Magelang dan Kota Semarang ikut Ganjar keliling ke sejumlah titik di Rembang.
Tiba di kediaman Ganjar, Puri Gedeh sekitar pukul 05.00 WIB, para pelajar dan mahasiswa itu diajak keliling di Rembang hingga malam hari. Meski terlihat capek, namun mereka begitu antusias mengikuti kegiatan Ganjar blusukan di Rembang.
"Rasanya capek banget, tapi senang akhirnya bisa merasakan bersama pak Ganjar selama seharian penuh. Ini kesempatan langka, karena biasanya hanya melihat beliau di youtube, medsos atau televisi," kata Daffa Ardhyawiansyach, mahasiswa FH Undip.
Daffa mengatakan, ia melihat bagaimana kerja seorang gubernur yang teryata jauh dari yang dibayangkan. Banyak orang yang menganggap kerja gubernur hanya santai, ternyata capek sekali.
"Sehari saja saya ngikutin sudah capek, apalagi tiap hari. Pak Ganjar itu ulet, pekerja keras dan penuh stamina ternyata," jelasnya.
Hal senada disampaikan Yoseph Satria Adiatama, mahasiswa FH UGM Yogyakarta. Dirinya mengaku sangat bersyukur mendapat pengalaman berharga ikut Ganjar roadshow selama seharian penuh.
"Banyak pengalaman saya dapat, bagaimana pak Ganjar bertemu warga, menyapa mereka, gaya komunikasinya. Itu pengalaman bergarga buat saya. Dan hari ini saya membuktikan, ternyata jadi gubernur itu capek banget, tapi beliau tetap semangat, ceria dan fresh. Yang diomongin orang-orang itu salah besar, bahwa jadi gubernur itu sangat berat dan tanggungjawabnya luar biasa," katanya.
Berliana, siswa SMKN 9 Semarang mengatakan, ia tak menyangka dapat terpilih ikut program Sehari Bersama Gubernur. Meski merasa capek, tapi dirinya merasakan kegiatan seharian ini sangat seru.
Baca Juga: 4 Pengalaman Seru dan Berharga Kuliah di Luar Negeri, Anak Muda Wajib Tahu!
"Melihat dan ikut pak Ganjar blusukan ternyata capek banget. Awalnya saya pikir gubernur itu kerjanya ya cuma di kantor, duduk-duduk santai. Ternyata harus keliling secapek ini. Tapi seneng banget, tambah pengalaman dan ini kesempatan istimewa buat saya," ucapnya.
Salah satu pengalaman berarti lanjut Berliana adalah bagaimana cara bersosialisasi dengan masyarakat. Ganjar mengajarkan tentang komunikasi efektif dengan rakyat, mau mendengarkan dan memberikan solusi terhadap kasus-kasus sosial yang terjadi.
"Seru sekali, ini baru pertama kali saya merasakan pengalaman sekeren ini," pungkasnya.
Dalam beberapa kesempatan, Ganjar mengatakan program magang Sehari Bersama Gubernur adalah cara pendidikan efektif. Dengan ikut terjun secara langsung, pelajar dan mahasiswa itu memahami persoalan langsung di masyarakat.
"Jadi tidak hanya duduk di kampus atau sekolahan, hanya belajar teori-teori. Dengan terjun langsung seperti ini, mereka generasi muda itu akan melihat dengan jelas persoalan yang ada di masyarakat. Harapannya mereka bisa memberikan kontribusi atas permasalahan yang terjadi," katanya.
Ada dua program yang dilakukan Ganjar untuk memberikan pengalaman pada generasi muda. Selain Sehari Bersama Gubernur, Ganjar juga memiliki program Gubernur Mengajar. Dalam program itu, Ganjar biasanya datang ke sekolah-sekolah dan menjadi guru dadakan untuk memberikan ilmu dan pengalaman pada anak-anak muda.
Berita Terkait
-
UNS Serahkan Kasus Menwa yang Akibatkan Mahasiswa Meninggal pada Proses Hukum
-
Rumahnya Akan Direnovasi Gubernur Ganjar, Mbah Rapi dan Sutami Terharu
-
Diterima Kampus Ivy League: Kompetisi, Prestasi, atau Sekadar Gengsi?
-
Ketemu Gus Baha, Ganjar Pranowo Ketawa Terpingkal-pingkal, Ini yang Dibahas
-
Senangnya Nabila, Bocah Kelas 5 SDN 6 Kutoharjo yang Dapat Handphone Baru dari Ganjar
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT