Suara.com - Istilah "bencana alam" dinilai tidak boleh digunakan untuk menutupi faktor lingkungan dan kebijakan yang turut memperbesar risiko bencana.
Perwakilan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Tengah, Zakaria, mengatakan banjir, tanah longsor, kekeringan, abrasi, hingga bencana hidrometeorologi lainnya tidak semestinya dilihat sebagai peristiwa alam semata.
Menurut dia, sejumlah bencana berkaitan erat dengan kerusakan ekosistem dan tata ruang yang tidak memperhitungkan daya dukung lingkungan.
"Selama akar persoalan berupa kerusakan ekologis dan tata kelola lingkungan yang buruk tidak diselesaikan, bencana akan terus berulang," kata Zakaria.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam deklarasi pembentukan Desk Disaster WALHI Region Sumatera dan Jawa, yang menjadi ruang kolaborasi organisasi lingkungan dengan komunitas pecinta alam untuk menghadapi krisis ekologis dan risiko bencana.
Zakaria mengatakan pemerintah perlu mengevaluasi kembali tata kelola ruang dan sumber daya alam. Kebijakan yang berpotensi memperbesar risiko bencana juga perlu dihentikan.
Selain pencegahan, menurut dia, mitigasi bencana perlu diperkuat dengan melibatkan masyarakat. Sementara dalam tahap pemulihan, pemerintah tidak cukup hanya mengembalikan kondisi fisik seperti sebelum bencana, tetapi juga perlu memulihkan ekosistem dan melindungi hak masyarakat terdampak.
"Kami mendesak pemerintah untuk menghentikan kebijakan dan praktik yang memperbesar risiko bencana. Keselamatan rakyat harus menjadi prioritas dan keadilan ekologis harus menjadi arah pembangunan," ujarnya.
Bencana yang Terus Dianggap Wajar
Baca Juga: Korban Gempa Bumi Venezuela Melonjak, 60 Ribu Orang Dirawat di Rumah Sakit
Perwakilan WALHI Sumatera Selatan, Suci Indah Sari, mengatakan persoalan ekologis semakin penting bagi generasi muda karena mereka hidup di tengah ancaman bencana yang terus berulang.
Ia mengkhawatirkan masyarakat mulai menganggap bencana sebagai sesuatu yang tidak terhindarkan karena kondisi geografis Indonesia.
"Yang lebih mengkhawatirkan, publik perlahan dipaksa menerima kondisi ini sebagai sesuatu yang wajar, seolah-olah bencana hanyalah konsekuensi alamiah dari letak geografis Indonesia," kata Suci.
Padahal, menurut dia, banyak bencana yang terjadi saat ini berkaitan dengan kerusakan ekologis dan tata kelola lingkungan yang buruk.
Karena itu, Desk Disaster tidak hanya diarahkan untuk bergerak ketika bencana terjadi. Kelompok ini juga akan mengawal persoalan yang menjadi penyebab krisis ekologis, menyuarakan kepentingan masyarakat terdampak, serta mendorong keterlibatan perempuan dan generasi muda dalam upaya mewujudkan keadilan ekologis.
Masyarakat sebagai Subjek
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Promo Khusus KPR Renovasi BRI dengan Suku Bunga Spesial
-
Stok Beras BULOG Capai 5,25 Juta Ton, Tersebar di Berbagai Gudang Indonesia
-
Viral ASN PPPK Paruh Waktu DPUTR Bandung Barat Live TikTok, Singgung Fee Proyek
-
Tak Perlu Transit, TransNusa Buka Penerbangan Langsung Jakarta-Bangkok 2 Kali Sehari
-
Studi Ungkap Dampak Penuaan Mikroplastik terhadap Polutan di Tanah
-
WALHI: Sebutan "Bencana Alam" Tak Boleh Menutupi Kerusakan Ekologis
-
Di Balik Narasi 'Kecerdasan Bukan dari Sekolah': Mengingatkan Kembali Tanggung Jawab Negara
-
Khofifah Ajak Siswa Sekolah Rakyat Pasuruan Kobarkan Semangat Kemerdekaan Menuju Indonesia Emas
-
Karhutla Makin Mengkhawatirkan, Mensesneg Minta Masyarakat Tak Lakukan Aktivitas yang Picu Kebakaran
-
Kabel Listrik Bermasalah, Ratusan Jaecoo J7 Kena Recall