Suara.com - Setelah terpilih menjadi Ketua DPD Demokrat DKI Jakarta, Mujiyono langsung gencar melakukan safari politik ke sejumlah tokoh di ibu kota. Kali ini, ia mendatangi sesepuh Nahdlatul Ulama (NU) Abuya KH M Syakrim.
Syakrim merupakan pendiri Pondok Pesantren Nurul Ibad, Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Mujiyono mengaku, belajar banyak dari Abuya untuk perpolitikan Jakarta ke depannya.
"Alhamdulillah, semalam kami bisa bersilaturahmi dengan orang tua kita semua. Beliau menjadi teladan bagi semua warga Jakarta, termasuk keluarga besar Partai Demokrat," ujar Mujiyono dalam keterangan tertulis, Jum'at (4/2/2022).
Syakrim disebutnya bercerita banyak, salah satunya agar Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta ini meluruskan niat dengan tulus untuk membawa kemajuan bagi masyarakat Jakarta.
Ia juga menyebut tujuan kunjungannya adalah untuk membangun kekeluargaan yang erat antara ulama dan umaro sekaligus meminta restu atas amanah sebagai Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta.
"Sesuai arahan mas AHY (Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono/AHY), Partai Demokrat senantiasa menjadi partai nasionalis dan religius. Proyeksinya tentu agar kami bisa menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh warga Jakarta," katanya.
Selain itu, ia menyebut putri bungsu Syakrim yakni Siti Khodijah Al Makiyah, resmi bergabung dengan Partai Demokrat. Dia berharap, putri tokoh NU ini bisa memberikan kontribusi bagi kemenangan bersama pada Pemilu 2024 mendatang.
Syakrim juga meminta dalam memimpin Partai Demokrat harus disertai niat tulus agar mendapat kemudahan jalan dari Allah SWT.
"Jangan lupa, selalu memohon perlindungan kepada Allah SWT agar terhindar dari orang-orang yang bermaksud jahat. Sebab, apapun kegiatan kita selalu dilihat dan dicatat malaikat. Niatkan dengan tulus, agar semua kegiatan itu menjadi pahala," pungkas Syakrim.
Baca Juga: Hadapi Pemilu 2024, AHY: Lebih Baik Demokrat jadi Kuda Hitam, Tapi Menang!
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
Terkini
-
Estetika Visual atau Trik Bisnis? Membongkar Praktik Shrinkflation di Balik Porsi Mini Kafe Viral
-
Nasib Gen Z di Jalur Gaza, Sarjana Pengangguran Bergantung Hidup dari Bantuan Kemanusiaan
-
Sudah Lama Dinanti, Peserta Sambut Antusias Turnamen Sepak Bola Bergengsi di Tangerang
-
Review ANTA PG7 Travel 2: Sepatu Lari Murah Teknologi 'Dewa', Nyaman Buat Daily Run?
-
Bullet Train Explosion: Ketika Shinkansen Berpacu Melawan Bom dan Waktu
-
Gianni Infantino Murka, Tuding Kritikus FIFA Sebarkan Kebencian
-
Sungai Musi dan Jejak Batu Bara: Ketika Jalur Logistik Bertemu Krisis Ekologi
-
Jepang Gempa Bumi Besar 7,1 Magnitudo, Ada Peringatan Tsunami
-
Investor Kripto RI Tembus 22,4 Juta, Transaksi Rp23 Triliun
-
Survei SMRC: Popularitas MBG Tinggi, Tapi Kepuasan Publik Merosot