Suara.com - Pendiri sekaligus Ketua Umum pertama Partai Demokrat, Subur Budi Santoso, memberikan pesan kepada Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Demokrat DKI Jakarta yang baru selesai melaksanakan Musyawarah Daerah V. Subur meminta agar antar anggota tidak saling sikut-sikutan.
Hal ini disampaikan Subur saat Ketua baru Demokrat DPD DKI Jakarta, Mujiyono, berkunjung ke kediamannya. Kepada Mujiyono, Subur meminta agar seluruh kader Demokrat Jakarta bersatu.
"Saya harap, mas Muji ini bisa menjaga persatuan seluruh kader. Jangan sikut-sikutan dengan sesama anggota, lebih baik lagi merangkul semua kalangan, termasuk dengan teman dalam kompetisi Musda V Partai Demokrat DKI Jakarta kemarin. Sekarang, kita harus lebih solid lagi," ujar Subur dalam keterangan tertulis, Rabu (2/2/2022).
Tak hanya itu, Subur juga mengajak seluruh kader dan simpatisan Partai Demokrat di Jakarta untuk menjaga kondusivitas.
Dikhawatirkan jika ada perpecahan malah akan menyulitkan partai lambang mercy itu memenangkan Pemilu.
"Jaga sikap baik, santun dan bersahaja. Jangan buka aib dapur sendiri, mikul dhuwur mendem jero," jelasnya.
Subur mengaku optimis dengan kepemimpinan Mujiyono dalam menakhodai Partai Demokrat DKI Jakarta. Dia mengatakan, Mujiyono merupakan kader tulen Partai Demokrat yang tumbuh sejak Demokrat berdiri.
"Kita harus optimis dengan kepemimpinan beliau, semoga bisa membawa Demokrat kembali meraih kejayaan. Saya harap, Partai Demokrat ke depan bisa mencetak kader-kader cerdas seperti mas Muji agar Partai Demokrat kembali besar," tutur Subur.
Mujiyono mengajak seluruh kader dan simpatisan Partai Demokrat di Jakarta untuk kembali solid usai Musda V Partai Demokrat DKI Jakarta belum lama ini. Apalagi, Ketua Umum Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ingin partai dijalankan sebagai Smart Party atau partai modern yang pro rakyat.
"Memimpin Demokrat Jakarta tentu harus bisa memimpin kader sehingga bisa terwujud Smart Party yang diharapkan Ketum AHY. Saat ini sudah waktunya kembali solid, mari sama-sama meraih kemenangan bersama Partai Demokrat," pungkasnya.
Baca Juga: Ramai-ramai Akademisi Riau Gabung Demokrat, Intelektualitas AHY Jadi Alasan
Berita Terkait
-
Kantor DPP Partai Demokrat Didemo Mahasiswa, Tuntut Kasus Dugaan Perzinahan dan Asusila Petinggi Demokrat Diproses Hukum
-
Bakal Diusung Nasdem di Pilgub Jabar 2024, M Farhan: Insya Allah Siap
-
Ramai-ramai Akademisi Riau Gabung Demokrat, Intelektualitas AHY Jadi Alasan
-
Ada Dukungan untuk AHY, Demokrat Tetap Jalin Komunikasi dengan Parpol
-
AHY Banjir Dukungan Maju Pilpres Baru Sebatas Aspirasi Kader, Demokrat Lebih Fokus Ini
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Terungkap! Ini Cara Polda Jatim Bongkar Kasus Penipuan Berkedok Arisan Bodong
-
Fenomena Lipstick Effect, Kaburkan Kondisi Daya Beli Lemah
-
4 Tablet Xiaomi 8/256 GB Murah Mulai Rp2 Jutaan, Cek Spesifikasinya
-
Pertamina Lubricants Berharap Harga Oli Tak Naik Lagi
-
Apa itu Tinted Sunscreen? Mengenal Kandungan dan Cara Kerjanya
-
Berlatih 2 Kali Sehari, Shin Tae-yong Pakai Metode Timnas Indonesia di Persija
-
4 Rekomendasi Buku dari Hyunjin Stray Kids, Ada 'Vegetarian' hingga 'Almond'!
-
Mikroplastik dalam Kosmetik: Bagaimana Produk Kecantikan Bisa Mencemari Lingkungan?
-
Isu Gerakan Massa Agustus Ramai di Medsos, Murni Keresahan Ekonomi atau Ada Kepentingan Politik?
-
Sungai Cihaur Diduga Dicemari Limbah, DLH Bandung Barat Kantongi Nama Pelakunya