Suara.com - Presiden Joko Widodo mendengarkan laporan tahunan Mahkamah Konstitusi Tahun 2021 yang disampaikan Ketua Mahkamah Konsitusi (MK) Anwar Usman di Gedung MK, Jakarta Pusat, Kamis (10/2/2022). Setelah itu, Jokowi berharap setiap putusan MK ke depannya bukan hanya memberikan kepastian hukum namun juga memberikan rasa keadilan.
"Putusan MK tidak cukup hanya memberikan kepastian hukum tetapi juga harus memberi rasa keadilan," kata Jokowi dikutip melalui siaran langsung saluran YouTube Sekretariat Presiden, Kamis.
Namun kepastian hukum dan rasa keadilan juga dirasa Jokowi belum cukup. Menurutnya seluruh putusan MK itu mesti memberikan manfaat bagi kehidupan berbangsa dan bernegara dan memberikan sumbangsih terbesar untuk kemakmuran rakyat, serta kemajuan negara kita Indonesia.
Selain itu, Jokowi juga berharap agar MK bisa terus membuat putusan-putusan yang menjadi jalan ke luar terhadap masalah bernegara dalam menegakkan konstitusi dan kemanfaatan.
Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut bersyukur seluruh lembaga negara memiliki semangat yang sama untuk bekerja lebih cepat dan bekerja lebih fleksibel. Ia juga menyampaikan apresiasinya kepada MK yang memanfaatkan pandemi Covid-19 untuk bertransformasi demi sejalan dengan kemajuan teknologi.
"Saya melihat semangatnya sangat jelas, memberikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat. Memudahkan akses bagi para pencari keadilan untuk memastikan tetap tegaknya hukum dan terjaganya kepentingan kemanusiaan," ujarnya.
"Saya yakin dan percaya dengan transformasi yang dilakukan, MK akan menemukan momentum menyiapkan langkah lebar untuk melakukan lompatan kemajuan, mengukuhkan peran sebagai pengawal dan penjaga konstitusi."
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Tuding MPR Hanya Ingin Selamatkan Citra, FSGI: Anak Bakal Jadi Korban Jika Final LCC Kalbar Diulang
-
Bisik-bisik Trump Saat Salaman Erat dengan Xi Jinping, Pakar Etika Bilang Begini
-
Hantavirus Strain Andes Bisa Menular Antar Manusia, Tapi Harus Kontak Erat dan Lama
-
Pesan Xi Jinping Saat Bertemu Donald Trump, Singgung Hubungan China dan AS
-
Dinkes DKI Ungkap Penyebab Keracunan 252 Siswa Usai Santap MBG di 3 SDN Kawasan Cakung
-
Bukan Solusi! FSGI Sebut jika Final LCC 4 Pilar MPR Diulang Berdampak Psikis dan Berpotensi Digugat
-
Penjelasan Nadiem Soal Harta Naik Rp4,87 Triliun: Itu Nilai IPO GoTo, Bukan Korupsi Chromebook
-
Asteroid Terdeteksi Mendekat Sangat Cepat ke Arah Orbit Bumi, Jaraknya Lebih Dekat dari Bulan
-
Prostitusi Berkedok Karaoke di Jakbar Terbongkar, Ada Anak di Bawah Umur
-
Dokter Stephen Kornfeld Keluar Ruang Isolasi Biokontainer Meski Hasil Tes Hantavirus Meragukan