Suara.com - Nama Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto dalam beberapa hasil survei terakhir selalu bercokol di papan atas sebagai calon presiden yang paling diinginkan masyarakat.
Sementara Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan konsisten membuntuti elektabilitas Prabowo.
Pengamat Politik dari Universitas Andalas, Asrinaldi menilai Prabowo bakal sulit dikalahkan dalam pesta demokrasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 jika menggaet Ganjar Pranowo sebagai wakil presiden.
"Sangat tepat sekali mereka berpasangan karena segmen pemilihnya juga berbeda," ungkap Asrinaldi dilansir Wartaekonomi.co.id -- jaringan Suara.com, Jumat (25/2/2022).
Menurutnya, ketokohan politisi PDIP itu sudah sangat kuat di tengah masyarakat, terutama masyarakat kelas bawah.
Segmen tersebut sangat pas dengan Prabowo Subianto yang memiliki kedekatan dengan kelompok pemilih Islam.
"Ganjar mempresentasikan wong cilik, kelas bawah dan itu sangat menguntungkan," kata Asrinaldi.
Menurut Asrinaldi, suara Prabowo dan Ganjar hanya memiliki satu lawan yakni Anies Baswedan.
Sebab, kata Asrinaldi, Anies Baswedan juga memiliki ketokohan yang dekat dengan Islam.
Apalagi jika Anies Baswedan memiliki pasangan yang kuat dengan representatif masyarakat kelas bawah.
Berita Terkait
-
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Perintahkan Seluruh Jajaran Gerak Cepat Bantu Korban Gempa Pasaman Barat
-
Soroti Kinerja Menteri Jokowi, Pakar: Mereka Fokus ke Pilpres Daripada Urus Rakyat
-
Soroti Kinerja Beberapa Menteri Jokowi, Pengamat Sebut Lebih Fokus Pilpres Ketimbang Mengurus Rakyat
-
PAN Putuskan Setuju Pemilu 2024 Ditunda, Zulhas Beberkan Beberapa Alasan
-
Kritik Pernyataan Cak Imin soal Penundaan Pilpres, Politisi Perindo Puji Jokowi: Presiden adalah Demokrat Sejati
Terpopuler
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- 4 Cushion Wardah untuk Tutupi Kerutan Lansia Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Mobil Bekas Rp30 Jutaan yang Cocok untuk Guru Honorer: Solusi Ekonomis untuk Mobilitas Sehari-hari
- Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
Pilihan
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
Terkini
-
KPK Sita Dokumen Proyek Hingga Barang Bukti Elektronik dari Kantor Wali Kota Madiun
-
KPK Gandeng BPK Periksa Gus Yaqut Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji
-
PBNU Rayakan Harlah Satu Abad di Istora Senayan Besok, Prabowo Dijadwalkan Hadir
-
KPK Bongkar Alur Jual Beli Kuota Haji Khusus: Siapa 'Main' di Balik 20.000 Kuota Tambahan?
-
Wakasatgas PRR Pascabencana Dorong Akselerasi Pembangunan Huntara Tiga Kabupaten di Sumatera Utara
-
Usut Kasus Bupati Sudewo, KPK Bakal Telusuri Dugaan Pemerasan Calon Perangkat Desa di Wilayah Lain
-
Ketika Korban Kekerasan Seksual Memilih Diam dan Tak Melapor, Sejauh Mana Negara Berpihak?
-
Polisi Tangkap 10 Remaja Pelaku Tawuran Maut di Jakarta Barat, Korban Tewas Bacok
-
Investigasi Ungkap 'State Capture Corruption' Industri Rokok, Eks Pejabat Jadi Komisaris
-
Kemenkes dan Polri Peringatkan Bahaya Whip Pink atau Gas N2O: Bisa Sebabkan Kematian