Suara.com - Vaksinasi drive thru biasanya dilakukan dengan mengendarai mobil pribadi. Namun berbeda dengan sepasang lansia yang satu ini.
Sepasang lansia ikut vaksinasi drive thru dengan manaiki bajaj. Hal ini terlihat dalam video yang diunggah di akun Instagram @dramaojol.id.
Pada video tersebut terlihat dua lansia duduk di kursi penumpang bajaj. Keduanya melakukan vaksinsasi Covid-19 untuk booster secara drive thru.
Kedua lansia itu duduk dengan santai sambil menunggu tenaga kesehatan (nakes) menyuntikkan vaksin ke lengan kiri mereka.
Video yang diunggah Kamis (3/2/2022) itu mendapatkan respons dari warganet.
"Terharu, usahanya buat vaksin booster. Sehat selalu oma opa," komentar warganet.
"Inovatif, sehat selalu ya akung, apoh," imbuh warganet lain.
"Wow, Luar biasa, mustinya yang kayak gini yang jadi duta vaksin booster lansia nih," tulis warganet di kolom komentar.
"Itu yang muda takut vaksin, lemah banget," timpal lainnya.
Baca Juga: 4 Cara Mudah Bikin Konten yang Relate dan Disukai Banyak Orang
"Abang bajaj nya juga keren mau nemenin vaksin drive thru yang ngantri gitu," balas warganet lain.
Saat berita ini dibuat, video tersebut telah disukai ribuan kali dengan puluhan komentar. Video tersebut bisa ditonton di sini.
Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 sekaligus Duta Adaptasi Kebiasaan Baru dr. Reisa Broto Asmoro, sempat menyatakan bahwa vaksinasi booster diberikan guna meningkatkan kekebalan tubuh dan terhindar dari virus corona varian baru seperti varian Omicron.
“Vaksin sendiri memberikan spesifik perlindungan buat kita untuk mencegah dari Covid-19. Berdasarkan studi, vaksin yang diberikan kepada kita perlu dilakukan penyuntikan ketiga, supaya bisa meningkatkan daya tahan tubuh,” ungkapnya dalam acara Live Instagram Radio Kesehatan: Vaksinasi Booster dan Waspada Omicron, pada Senin (17/1/2022).
“Memang kalau dilihat dari riset, terjadi penurunan antibodi yang terbentuk setelah enam bulan. Makanya dibutuhkan suntikan ketiga, dan ini yang disebut sebagai booster,” tambahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar