Suara.com - Kasus bocah terjepit tembok kembali terjadi. Kali ini bukan kepala, melainkan kaki bocah yang terjepit sehingga membuat warga harus menjebol tembok.
Kejadian ini menjadi viral setelah dibagikan oleh akun Instagram @fakta.indo. Akun ini membagikan reaksi "santuy" sang bocah yang ramai menuai sorotan.
"Warga sibuk menyelamatkan kaki bocah yang nyangkut di sela-sela tembok rumah," tulis akun ini sebagai keterangan Instagram seperti dikutip Suara.com, Selasa (8/3/2022).
Dalam video, bocah itu terlihat berdiri di sebuah pagar rumah yang terbuat dari tembok. Ia tidak bisa menggerakkan tubuh karena kakinya terjepit di sela-sela tembok.
Terlihat, kakinya yang terjepit adalah bagian lutut. Hal itu membuat sejumlah warga terpaksa harus menjebol tembok tersebut agar kaki sang bocah bisa diselamatkan.
Mengejutkannya, sang bocah justru sama sekali tidak panik atau ketakutan. Ia justru tetap santai dan malah asyik meminum es jeruk dengan sedotan.
"Sementara bocah tersebut terlihat santai menikmati minumannya," lanjut akun ini.
Sang bocah bereaksi seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Ia juga tampak melihat pemandangan di sekitarnya dengan santai dan sesekali melamun.
Sementara itu, warga masih fokus menghancurkan tembok itu secara perlahan. Mereka memukuli tembok dengan palu sampai hancur, sedikit demi sedikit agar tidak mengenai kaki bocah tersebut.
Baca Juga: Anti Mainstream Ucapkan Ulang Tahun ke Pacar Pakai Sampul Buku Yasin: Spill
Kejadian itu tentu langsung mendapatkan atensi warganet. Hingga berita ini dipublikasikan, video tersebut sedikitnya telah mendapatkan 25 ribu tanda suka.
Warganet juga langsung membanjiri kolom komentar. Mereka menuliskan beragam komentar kocak sampai menyoroti reaksi sang bocah yang tetap santuy di tengah kondisi kaki terjepit.
"Santuy sekali pemirsa bocahnya," sahut warganet.
"The real beban warga," tulis warganet.
"Cool! Tidak panik dan tida mengganggu proses penyelamatan. Dik, kamu keren!" puji warganet.
"Besok lagi ah, lumayan dapat es," celutuk warganet.
Berita Terkait
-
Anti Mainstream Ucapkan Ulang Tahun ke Pacar Pakai Sampul Buku Yasin: Spill
-
Viral Perjuangan Kakek Sholat di Masjid Pakai Kursi Plastik, Warganet: Tamparan Buat Kita
-
516 Pedagang Kaki Lima Bakal Pindah ke Rest Area Gunung Mas Puncak Bogor
-
Kepala Masuk Kloset, Reaksi Kucing saat Terciduk dan Ditepuk oleh Pemiliknya Bikin Ngakak
-
Viral Curhatan Kades di Ponorogo Gegara Siswa SD Diduga Telantar: Jangan Ngawur Mendidik
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Lompatan Besar Pendidikan RI: Penggunaan 288 Ribu Papan Tulis Interaktif Disorot Dunia
-
Pemprov DKI: Jakarta Terbuka untuk Pendatang Asal Punya Skill dan Lapor 1x24 Jam
-
Trump Pecat Jaksa Agung Pam Bondi, Buntut Skandal Epstein dan Gagal Jerat Lawan Politik
-
Jenazah Tiga Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon Dipulangkan Pekan Depan, RI Tuntut Investigasi PBB
-
Militer AS Guncang, Kepala Staf Angkatan Darat Dipecat Mendadak di Tengah Perang Iran
-
Lautan Serap Energi Berlebih, Jadi Ancaman Serius bagi Pangan Global: Kenapa?
-
Pemerintah Pastikan Pemulangan Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon
-
Krisis Tambak di Kaltim: Bagaimana Petambak Bisa Bertahan di Tengah Perubahan Iklim?
-
Liga Arab Siap Amankan Jalur Minyak Selat Hormuz di Dewan Keamanan PBB Besok
-
Kolaborasi Pembiayaan Hijau Kian Digenjot, Sasar Kelestarian Hutan dan Ekonomi Petani