Suara.com - Panitia seleksi telah memilih 14 calon anggota badan pelaksana dan 10 calon anggota dewan pengawas Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Sebelum memilih nama-nama tersebut, pansel sudah menelusuri rekam jejak para calon anggota tersebut.
Ketua panitia seleksi (Pansel) pemilihan calon anggota dan calon anggota dewan pengawas BPKH, Mardiasmo, melaporkan seluruh proses seleksi kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Adapun yang dijelaskannya yakni mulai dari pendaftaran, seleksi administrasi, ujian tulis makalah, psikotes, tes kesehatan, wawancara hingga penelusuran rekam jejak dari sejumlah lembaga.
"Rekam jejak dari KPK, dari transaksi perusahaan transaksi keuangan PPATK dan juga dari BNPT," kata Mardiasmo dikutip melalui YouTube Sekretariat Presiden, Senin (4/4/2022).
Calon anggota yang terpilih tersebut diklaim Mardiasmo merupakan kandidat terbaik yang sesuai dengan ranking dan pembidangan.
"Tadi bapak presiden juga memberikan apresiasi ada pembidangan, ada bidang mengenai investasi, bidang luar negeri, pengelolaan keuangan, penempatan dana dan seterusnya sampai yang terakhir bidang hukum dan kepatuhan," jelasnya.
Lebih lanjut, Mardiasmo menuturkan kalau Jokowi bakal menyerahkan nama-nama calon tersebut ke DPR RI dalam waktu dekat. Mereka masih harus menjalani uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test di DPR RI.
"Dalam waktu dekat Bapak Presiden akan menyampaikan (nama calon) terutama (calon) anggota dewan pengawas ke DPR untuk dilakukan fit dan proper test di Komisi VIII DPR RI," ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara