Suara.com - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menemui Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk menghadiri rapat terbatas di Kantor Pusat Kementerian Keuangan RI Jakarta, Kamis (7/4/2022). Dalam rapat terbatas itu, keduanya membahas terkait tantangan geopolitik hingga isu-isu strategis.
Pertemuan keduanya bukan hanya membahas soal tantangan geopolitik, tetapi juga tantangan geoekonomi yang tengah berlangsung di kawasan regional maupun global.
Dalam kesempatan itu, Sri melihat pentingnya peran Kemhan dalam menjaga pertahanan keamanan nasional serta mendukung pemulihan perekonomian. Dengan begitu, ia menganggap kalau pertahanan keamanan nasional serta pemulihan perekonomian menjadi prioritas penting bagi negara.
"Sistem pertahanan keamanan dan fungsi pertahanan keamanan bisa betul-betul menjadi necessary condition bagi pemulihan dan stabilitas ekonomi Indonesia," kata Sri dalam keterangan persnya, Kamis (7/4/2022).
Kepada Prabowo, Sri juga menyatakan komitmennya untuk mendukung upaya Prabowo dalam meningkatkan kemampuan pertahanan dan ketahanan Indonesia. Serta menjaga dan memperkuat persatuan dan kesatuan Indonesia berlandaskan Pancasila.
Sementara itu, Prabowo juga menyampaikan kepada Sri terkait pandangannya terhadap perang yang terjadi di masa kini. Menurutnya, perang kali ini bukan hanya melibatkan taktik militer saja, melainkan juga dari seluruh aspek.
"Di mana perang modern adalah perang yang melibatkan seluruh aspek politik, ekonomi, sosial budaya, militer, sampai agama," ujar Prabowo.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara