Suara.com - Politikus muda Tsamara Amany akhirnya mengumumkan hengkangnya dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada Senin (18/4/2022).
Tsamara sendiri menjadi salah satu kader penting PSI yang telah bergabung selama lima tahun.
Keluarnya Tsamara menimbulkan berbagai reaksi publik. Bahkan ada seorang warganet yang mengait-ngaitkan keluarnya Tsamara dengan pendapat suaminya, Ismail Fajrie Alatas.
Sebuah akun Twitter mengunggah tangkapan layar dari cuitan suami Tsamara pada tahun 2020.
Pada cuitan tersebut, suami dari Tsamara memuji kinerja Anies Baswedan dalam penanganan Covid-19.
"Salut dengan kinerka Pak Gub @aniesbaswedan dalam penanganan Covid-19. Berdoa dan berharap yang terbaik untuk Jakarta dan indonesia," cuitan Ismail pada pertengahan Maret 2020.
"Patesan Tsamara Amany keluar dari PSi, ternyata suaminya..." tulis akun yang mengungga cuitan lama suami Tsamara.
Telah diketahui bahwa PSI menjadi salah satu partai yang aktif mengkritisi Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.
Cuitan yang menyangkut pautkan keluarnya Tsamara dengan cuitan lama sang suami kemudian dikomentari oleh Tsmara sendiri melalui twitter pada Rabu (20/4/2022).
Baca Juga: Ceplas-ceplos, Lucinta Luna Labrak Denise Chariesta: Sekaya Apa sih Lu?
"Politik hari ini: perempuan dianggap tidak bisa mengambil keputusan secara independen. Seolah perempuan itu objek lemah yang dengan mudah ‘disuruh’ & ‘dipengaruhi’ oleh laki-laki," tulis Tsamara.
"Dan, agak norak enggak sih, cari twit pasangan saya yang dari dulu enggak pernah tertarik politik praktis?" imbuhnya.
Tsamara juga menegaskan bahwa ia dan suami memiliki pemikiran masing-masing.
"Saya & @ifalatas itu sudah sama-sama dewasa. Kami punya pemikiran masing-masing. Terkadang sama, terkadang beda," tulis Tsamara.
"Enggak apa-apa dalam pernikahan kan memang perjalanan saling melenglapi. Dan kami bisa ambil keputusan yang menyangkut karir kami secara independen," tambahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT