Suara.com - Massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Indonesia di patung kuda Arjuna Wiwaha, Gambir, Jakarta Pusat mulai membubarkan diri, Kamis (21/4/2022) sore. Sebelum pulang, mereka menyatakan menolak disusupi oknum tak dikenal.
Sekitar pukul 17.00 WIB, massa aksi yang terdiri dari beberapa kampus ini membuat barisan di depan patung kuda arah Jalan Medan Merdeka Selatan. Mahasiswa yang berada di pinggir bergandengan membuat border agar tidak disusupi oknum tak dikenal.
"Pasang bordernya sekarang juga," ujar salah satu mahasiswa dari mobil komando.
Setelah itu, barisan mahasiswa berjalan perlahan ke arah parkiran IRTI, Monas. Selama perjalanan, beberapa kali terjadi kericuhan kecil.
Misalnya karena terjadi senggolan dengan polisi atau warga setempat yang sedang menyaksikan aksi.
Koordinator lapangan aksi ini langsung meminta mahasiswa tenang dan tidak terpancing emosi.
"Hati-hati, hati-hati provokasi. Jangan emosi. Semua tetap dalam border," katanya.
Sesampainya di IRTI, mahasiswa langsung perlahan masuk ke parkiran. Selama proses ini berlangsung, jalan menjadi macet k
Baca Juga: Jadwal Acara ANTV Hari Ini 24 Juni 2022 Simak Link Live Streaming Sinetron Suami Pengganti
Berita Terkait
-
Demo Cipayung Plus 21 April, Polisi Tutup Jalan Menuju Istana Bogor, Mahasiswa: Copot Menteri Yang Buat Gaduh
-
Presiden Tak di Istana Negara saat Mahasiswa Aksi 21 April, Teriakan Jokowi Offside, Jokowi Mana Menggema di Patung Kuda
-
Gagal Sampaikan Tuntutan Langsung ke Istana Negara, Mahasiswa Kecewa Jokowi Pergi ke Bogor
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Korea Utara Tantang AS dan Sekutu: Jangan Atur-atur Kami Soal Nuklir
-
Sekarang Malu dan Menyesal Terima Uang Rp3 Miliar dan Ducati, Noel: Saya Minta Ampun Yang Mulia
-
Kapolri Sebut Penguatan Kompolnas Cukup Masuk di Revisi UU Polri, Tak Perlu UU Baru
-
Ahli Psikologi TNI Bongkar Profil 4 Penyiram Air Keras Andrie Yunus: Kemampuan Analisa Rendah
-
Buntut Kematian Dokter Myta, Kemenkes Tunda Internship di Puskesmas dan RSUD Kuala Tungkal
-
'Nak Keluar Sayang', Noel Minta Putrinya yang Berseragam Sekolah Keluar Sidang karena Ditegur Hakim
-
7,36 Persen Warga Indonesia Tanpa Air Bersih, Teknologi Ini Jadi Harapan Baru?
-
Kasus Dokter Internship Meninggal, Menkes Minta Audit Medis Tindakan RS
-
Maut Mengintai di Balik 'Jalan Pintas', 57 Nyawa Melayang Sia-sia di Jalur Kereta Daop 1 Jakarta
-
Eks Wamenaker Noel Ngaku 'Gak Tahu' Terima Ducati Harus Lapor KPK: Saya Menyesal Banget