Suara.com - Sholat Idul Fitri merupakan sholat sunnah yang dikerjakan pada tanggal 1 Syawal. Sholat ied ini juga menandai kedatangan hari raya Idul Fitri 2022 nanti. Apakah Anda sudah paham tata cara sholat Idul Fitri?
Sholat Idul Fitri disebut juga dengan shalat id yang dilaksanakan dua rakaat secara berjamaah. Di akhir sholat ada khutbah. Berikut tata cara sholat Idul Fitri lebih lengkap.
Tata cara sholat Idul Fitri ini dikutip dari islam.nu.or.id. Pelaksanaan sholat id harus memenuhi tata cara sholat Idul Fitri di bawah ini.
1. Didahului dengan membaca niat.Niat antara imam dan makmum berbeda. Sehingga Anda harus menghafalkan dan melafalkan niat sholat Idul Fitri yang tepat sesuai dengan kedudukan Anda. Berikut niat sholat Idul Fitri yang benar.
Niat sebagai makmum berbunyi: Usholli sunatallingidil fitri rok'ataini makmumal lillahitangala
Niat sebagai imam berbunyi: Usholli sunatallingidil fitri rok'ataini immamal lillahitangala
Artinya:“Aku berniat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala.”
2. Melakukan takbiratul ikhram sebagaimana shalat biasa.
3. Dalam Idul Fitri, pada rakaat pertama kita akan melakukan takbiratul ikhram sebanyak 7 kali dan di sela-sela takbiratul ikhram itu kita harus membaca lafal berikut ini:
Baca Juga: Live Streaming Sidang Isbat Idul Fitri 2022, Penetapan 1 Syawal 1443 H
Allahu akbar kabiiroo, walhamdulillahikasiroo, wasubhannallahibukrotawaasiilaa
Artinya:“Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Maha Suci Allah, baik waktu pagi dan petang.”
Boleh juga membaca versi pendeknya berikut ini:
Subhanallahi, walhamdulillahi, wala ila haillallohuakbar
Artinya:“Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah maha besar.”
4. Membaca surat alfatihah, lalu membaca surat pendek, dianjurkan membaca surat al-A'la
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT