Suara.com - Serang perempuan melabrak bapak-bapak yang mencolek tubuhnya tanpa persetujuan. Video aksi berani perempuan tersebut tersebar di media sosial.
Pada video yang diunggah kembali oleh akun Instagram @antivictimblamings, terlihat perempuan tengah memarahi seorang pria paruh baya.
Ia merasa tak terima tubuhnya dipegang orang tak dikenal tanpa persetujuan (consent).
"Mba, terima kasih atas keberanianmu melawannya. Seharusnya kamu enggak pantas dapat pelecehan seperti ini," tulis akun Instagram @victimblammings.
Pelaku Masih Cengengesan
Pada video tersebut, perempuan berhijab hitam itu marah pada pria paruh baya berkaus merah.
Si perempuan tampak emosi dengan apa yang dilakukan pria tersebut.
"Sorry banget ya gue enggak terima ya, bisa-bisanya lewat dicolek-colek, hah," ujar perempuan tersebut dengan berani.
Sementara pelaku masih bisa tersenyum, ia bahkan beralasan bahwa perempuan tersebut cantik.
"Karena cantik," ujar pria tersebut masih dengan cengengesan.
"Ya saya tahu saya cantik karena saya perumpuan, dan saya punya harga diri," balas perempuan semakin marah.
Mendengar ungkapan si perempuan, pria tersebut masih terus melayangkan senyum.
Video yang beredar itu sontak mendapatkan berbagai respons dari warganet.
"Awas aja ada yang ngebela si pelaku gara-gara kasihan," komentar warganet.
"Masih bisa cengar-cengir, ngeri banget," imbuh warganet lain.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Terbukti Suap Pejabat Kemnaker, Jaksa Tuntut 3 Tahun Penjara untuk Miki dan Temurila
-
Amnesty Kritik RUU Tata Cara Pidana Mati yang Disiapkan Pemerintah Indonesia
-
Komarudin PDIP Usul Wapres Gibran Berkantor di IKN Agar Gedung Tak Mangkrak Usai Putusan MK
-
Bincang Singkat dengan Purbaya, Prabowo Tanya Dolar
-
Pemeriksaan Merambah Kelas TK, Polisi Buka Peluang Tersangka Baru Kasus Daycare Little Aresha
-
Dari Nakba 1948 hingga Reruntuhan Gaza: Kisah Pilu Pria Palestina yang Terusir dari Tanah Airnya
-
Isu Transfer Data WNI ke AS di Kesepakatan Prabowo Trump, Menkomdigi Buka Suara
-
Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
-
Amnesty International Sebut Eksekusi Mati Global 2025 Capai Rekor Tertinggi dalam 44 Tahun
-
Kemkomdigi Siapkan Aturan Baru: Wajib Cantumkan Nomor Telepon Saat Daftar Media Sosial