News / Nasional
Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:22 WIB
Lima pesawat TNI Angkatan Udara kembali diberangkatkan ke Nusa Tenggara Timur (NTT) pada hari kelima pascagempa, Rabu (19/8/2026) dini hari. [Suara.com/Lilis]
Baca 10 detik
  • Lima pesawat TNI AU memberangkatkan 65 ton logistik dari Jakarta ke NTT pada Rabu, 19 Agustus 2026.
  • Pemerintah mendistribusikan total 253 ton bantuan korban gempa menggunakan jalur udara, darat, serta laut.
  • Hampir 10.000 personel TNI dan Polri dikerahkan ke Pulau Flores untuk mempercepat penanganan bencana gempa.

Suara.com - Lima pesawat TNI Angkatan Udara kembali diberangkatkan ke Nusa Tenggara Timur (NTT) pada hari kelima pascagempa, Rabu (19/8/2026) dini hari. Total 65 ton logistik dibawa dalam pengiriman kali ini.

Pemberangkatan dilakukan tepat pukul 04.00 WIB dari Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, dan dipimpin Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, didampingi Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsma TNI Ali Gusman, serta Komandan Grup 1 Angkut TNI AU Marsma TNI I Gusti Putu Setia Darma.

Sebelum pesawat diberangkatkan, Teddy bersama Gus Ipul meninjau langsung Airbus A400M Atlas bernomor ekor A-4001. Keduanya masuk ke badan pesawat untuk memastikan logistik telah dimuat dan siap diterbangkan ke NTT.

“Hari ini, hari kelima pascabencana, tanggal 19 Agustus 2026 jam 04.00 pagi, kembali diberangkatkan 5 pesawat menuju NTT. Hari ini total membawa 65 ton logistik,” kata Teddy dalam pernyataannya, Rabu (19/8/2026).

Pengiriman melalui jalur udara disebut telah dilakukan sejak hari pertama bencana. Pada pengiriman awal, pemerintah mengangkut 27 ton logistik.

Dengan tambahan 65 ton pada Rabu, total bantuan yang telah diangkut melalui jalur udara hingga hari kelima mencapai 253 ton.

Logistik yang dikirim mencakup makanan, minuman, tenda, perlengkapan kesehatan, serta kebutuhan lainnya bagi masyarakat terdampak.

Pemerintah menyiapkan dua posko utama untuk mempercepat distribusi bantuan, yakni di Labuan Bajo dan Maumere.

Dari Labuan Bajo, bantuan didistribusikan menuju Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, dan Ngada. Sementara itu, posko Maumere menjadi titik dorong bantuan menuju Sikka, Ende, Nagekeo, serta wilayah lain yang membutuhkan.

Baca Juga: Gempa NTT Ganggu 91 BTS, XLSMART Percepat Pemulihan hingga Tersisa 5 BTS

“Semua logistik didorong ke daerah-daerah tersebut menggunakan jalur udara lewat helikopter dan pesawat Cassa, kemudian lewat laut dan jalur darat,” ujar Teddy.

Jalur laut juga digunakan untuk mendukung distribusi. Tiga KRI TNI AL disebut telah berada di kawasan terdampak, sementara satu kapal rumah sakit akan segera bergabung.

Untuk jalur darat, berdasarkan laporan Kementerian Pekerjaan Umum, akses menuju wilayah terdampak telah dapat dilalui sejak hari kedua setelah bencana.

Pemerintah juga menambah kekuatan personel di Pulau Flores. Hingga Rabu pagi, hampir 10.000 personel TNI dan Polri berada di wilayah tersebut, baik personel yang memang bertugas di Flores maupun tambahan personel yang didatangkan dari luar wilayah.

Load More