Suara.com - Sungai menjadi salah satu sumber kehidupan bagi manusia yang ada di sekitarnya. Keberadaan sungai sangatlah penting diantaranya dapat menyuburkan tanah di sekitarnya, sumber kehidupan binatang air tawar, bahkan hingga menjadi tempat berenang. Namun, di balik manfaatnya yang berlimpah sungai menyimpan potensi bahaya, berikut daftar sungai paling berbahaya di dunia.
Seperti diketahui sebelumnya, musibah tengah menimpa putra sulung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Emmeril Kahn Mumtadz (Eril), anak Gubernur Jawa Barat. Hingga kini masih dalam tahap pencarian akibat hilang di sepanjang Sungai Aare, Kota Bern, Swiss, saat berenang di sungai tersebut. Nah, apakah sungai Aare termasuk dalam daftar sungai paling berbahaya di dunia?
Atas musibah yang terjadi itu, menjadi bahan pelajaran bagi siapapun bahwa setiap perairan khususnya sungai memiliki ancaman dan bahaya yang tak terduga. Kendati seseorang tersebut merupakan perenang profesional dan dilengkapi dengan ilmu serta peralatan mumpuni.
Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui sungai mana saja yang dikategorikan sebagai sungai paling berbahaya di dunia. Berikut ini beberapa sungai paling berbahaya di dunia.
Daftar Sungai Paling Berbahaya di Dunia
1. Sungai Yangtze, Tiongkok
Sungai paling berbahaya di dunia yang pertama yaitu sungai Yangtze terletak di Tiongkok. Sungai ini menjadi sungai terpanjang di Asia dengan panjang lebih dari 6300 kilometer. Aliran air sungai Yangtze dimulai dari pegunungan Tanggula di Tibet hingga ke arah Laut China Timur dekat kota Shanghai.
Disebut sebagai sungai berbahaya karena Yangtze pernah meluapkan air dalam jumlah yang sangat besar, sehingga menyebabkan banjir bandang besar di Tiongkok pada 1954 silam. Setidaknya ada sekitar 33 ribu jiwa yang menjadi korban kala itu. Sungai ini dan daerah di sekitarnya juga menjadi rumah bagi beberapa habitat liar.
2. Sungai Amazon, Amerika Serikat
Baca Juga: Cuit soal sang Anak Belum Ditemukan di Swiss, Ridwan Kamil Banjir Doa
Seakan sudah menjadi rahasia umum jika sungai Amazon merupakan salah satu sungai yang berbahaya di dunia. Sungai yang terletak di Amerika Serikat ini dikenal dengan banyaknya hewan buas dengan ukuran yang sangat besar tinggal di perairan tersebut.
Terdapat spesies binatang berbahaya seperti Bull Sharks (hiu banteng), ular besar anaconda, belut listrik, ikan piranha dan juga buaya caiman hitam. Binatang-binatang tersebut tergolong sebagai binatang buas dan mematikan. Sehingga menjadikan sungai Amazon sebagai sungai berbahaya dan terlarang untuk dijadikan spot berenang.
3. Sungai Nil, Mesir
Sungai Nil menjadi sungai berbahaya dan terpanjang di dunia. Dengan aliran Sungai Nil yang melewati sebelas negara, yakni Tanzania, Uganda, Rwanda, Burundi, Republik Kongo, Kenya, Ethiopia, Eritrea, Sudan Selatan, Sudan dan Mesir.
Selain panjang, sungai ini menjadi tempat hidup sejumlah hewan mematikan seperti buaya yang dapat bergerak sekitar 30 mil per jam dan telah membunuh kurang lebih 200 orang per tahun, terdapat kuda nil yang suka menyerang perahu, hingga ular berbisa seperti black mamba, kobra Mesir dan nyamuk mematikan.
4. Sungai Mississippi, Amerika Serikat
Tag
Berita Terkait
-
Cuit soal sang Anak Belum Ditemukan di Swiss, Ridwan Kamil Banjir Doa
-
Ridwan Kamil Ucapkan Terima Kasih pada Warga yang Telah Doakan Putranya Eril
-
Update Pencarian Eril: Pencarian Telah Mengerucut Pada Lokasi Paling Potensial di Marzili
-
Beri Dukungan Moril, Jokowi Telepon Ridwan Kamil Terkait Pencarian Eril
-
Ridwan Kamil: Mohon Doanya Pencarian Ananda Eril Masih Terus Dilakukan
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT