Suara.com - Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Guntur Romli menyebut bahwa ajang Formula E adalah panggung pribadi Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.
Lebih lanjut, Aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL) itu juga menyarankan agar BUMN jangan mau jadi sponsor Formula E.
Pernyataan Guntur Romli tersebut diungkapkan melalui akun Twitter miliknya pada Rabu (1/6/2022).
"Formula E itu panggung pribadi Anies, BUMN jangan mau jadi sponsor," tulis Guntur Romli.
"Sudah terlalu banyak duit rakyat DKI dikeruk," tambahnya.
Lebih lanjut, dia juga menyatakan bahwa banyak uang rakyat yang dihambur-hamburkan untuk bakapan.
"Duit rakyat DKI dikeruk Anies bukan buat menyelesaikan masalah utama seperti banjir ini tapi dihambur-hamburkan buat balapan yang keuntungannya buat pencitraan dirinya sendiri," imbuhnya lagi.
Cuitan Guntur Romli sontak mendapatkan berbagai respons dari warganet.
"Anies bagaimanapun tetep Gubernur DKI," komentar warganet.
Baca Juga: Viral Pengemudi Mobil Ngamuk di Jalan, Tidak Terima Ditegur Gegara Ngebut
"Gue yakin BUMN juga pada mau tapi sungkan. Gila ada event internasional yang tayang di 170 negara momentum promosi yang luar biasa," imbuh warganet lain.
"Sponsor internasional aja support, BUMN enggak support rapopo," tambah lainnya.
"Ya enggak papa mas enggak pakai sponsor BUMN juga kan udah mau jalan," tulis warganet di kolom komentar.
"Keputusan perusahaan untuk sponsorship itu ditangan direksi, bukan komisaris, udpate ilmu dikit," timpal lainnya.
Ajang Formula E di Depan Mata
Ajang Formula E yang akan dihelat di Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC), Ancol, Jakarta pada Sabtu (4/6/2022).
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara