News / Nasional
Senin, 06 Juni 2022 | 16:42 WIB
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan [SuaraSulsel.id/Istimewa]

Suara.com - Naiknya harga tiket masuk ke Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah menjadi Rp750 ribu menuai kritikan dari berbagai kalangan. Mendengar hal tersebut, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan akan meminta pihak-pihak terkait untuk melakukan kajian ulang supaya harga tiket bisa turun terutama untuk turis lokal.

Luhut mengaku menyadari adanya kekhawatiran dan masukan yang muncul dari masyarakat mengenai tarif untuk turis lokal yang dianggap terlalu mahal. Ia mengatakan kalau rencana tarif yang muncul itu belum bersifat final, karena masih akan dibahas dan diputuskan Presiden Joko Widodo pada pekan depan.

"Saya mendengar banyak sekali masukan masyarakat hari ini terkait dengan wacana kenaikan tarif untuk turis lokal. Karena itu nanti saya akan minta pihak-pihak terkait untuk segera mengkaji lagi supaya tarif itu bisa diturunkan. Saya sampaikan terima kasih kepada semuanya atas perhatian yang begitu besar kepada warisan budaya kebanggaan kita semua ini,” kata Luhut dalam keterangan persnya, Senin (6/6/2022).

Kendati demikian, Luhut memastikan bahwa rencana kenaikan tarif untuk turis asing menjadi USD100 tidak akan berubah. Begitu pula tarif untuk pelajar tetap sesuai rencana yang sebelumnya disampaikan, yakni Rp5 ribu.

Sementara untuk sekedar masuk ke kawasan Candi, tarifnya juga tetap Rp50 ribu seperti saat ini. Luhut juga mengatakan berdasarkan masukan yang diterima, pihaknya tengah mempertimbangkan untuk menyediakan tarif khusus bagi warga Provinsi Jawa Tengah dan DIY.

Lebih lanjut Luhut mengatakan bahwa nantinya semua calon turis yang ingin mengunjungi Candi Borobudur diwajibkan untuk melakukan reservasi secara online. Hal ini dilakukan untuk mengatur aliran pengunjung.

Warga lokal pun juga akan diajak untuk lebih berkontribusi. Semua turis nantinya harus menggunakan tour guide dari warga lokal sekitar kawasan Candi Borobudur.

Selain itu, turis diwajibkan untuk menggunakan sandal khusus upanat supaya tidak merusak tangga dan struktur bangunan yang ada di candi. Sandal ini akan diproduksi oleh warga dan UMKM di sekitar Candi Borobudur.

"Sebagai bangsa yang kaya dengan budaya, kita tentu tidak mau dianggap tidak bisa menjaga kelestarian warisan budaya kita sendiri. Jadi memang diperlukan treatment khusus untuk mewujudkan upaya itu," terangnya.

Baca Juga: Candi Borobudur Hadapi Kerentanan dan Ancaman, Pemerintah Bakal Wajibkan Turis Pakai Sendal Upanat

Load More